Sriwijaya FC memang nyaris tersingkir dari 'kuda hitam' Pelita Jaya Purwakarta di semifinal Copa Indonesia, Kamis (10/1/2008). Jika bukan karena 'dewi fortuna' yang lebih berpihak pada 'Laskar Wong Kito', terutama di drama adu penalti, tim besutan Rahmad Darmawan tampaknya harus puas hanya menghadapi Persija Jakarta di perebutan tempat ketiga, bukannya melawan Persipura Jayapura di partai final.
Tak salah jika Rahmad bersyukur dengan hasil tersebut. Namun diakuinya timnya bermain buruk di laga tersebut. "Mereka bermain di bawah standar. Soalnya pemain Pelita Jaya banyak melakukan pressing terhadap lini tengah kami," ungkapnya saat jumpa pers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari itu semua, Rahmad berharap anak asuhnya bisa segera fokus ke final, sekaligus memulihkan dan menjaga kebugaran, mengingat lawan yang dihadapi adalah penakluk tim sarat bintang seperti Persija.
"Bagi saya pribadi, nuansa saat menghadapi Persipura Jayapura nanti bakal sedikit berbeda," ungkapnya tanpa mau menjelaskan maksud pernyataannya itu. "Sejujurnya, Persipura adalah tim yang paling saya hindari."
Namun jika pertemuannya di final, mau tak mau harus berhadapan, tentunya dengan target menang. Bukan begitu, Rahmad?
(ian/din)










































