Pasoepati Tidak akan Berselingkuh

Jelang Babak 8 Besar

Pasoepati Tidak akan Berselingkuh

- Sepakbola
Jumat, 11 Jan 2008 18:15 WIB
Pasoepati Tidak akan Berselingkuh
Solo - Menghadapi babak delapan besar Liga Indonesia 2007 Grup B di Stadion Manahan Solo, suporter Persis Solo tidak akan memberikan dukungannya tim manapun. Suporter fanatik Persis Solo yang berjuluk Pasukan Suporter Pelita Sejati (Pasoepati) ini akan bertindak netral dan akan menjadi tuan rumah yang baik.

Hal ini ditegaskan oleh Presiden Pasoepati KRMH.Satryo Hadinagoro usai rapat koordinasi antar suporter di ruang transit Stadion Sriwedari, Jl Slamet Riyadi Solo, Jumat(11/1) sore.

Saat dimintai tanggapan terhadap kemungkinan adanya tarik-menarik massa Pasoepati untuk mendukung salah satu tim, Satryo menegaskan bahwa pihaknya akan memberi kebebasan penuh kepada Pasoepati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara kelembagaan kita hanya akan mendukung Persis Solo. Tapi karena Persis gagal masuk delapan besar, maka Pasoepati akan bersikap netral. Kita akan mendukung tim manapun yang bermain paling baik dan sportif. Jadi sekali lagi, Pasoepati tidak akan berselingkuh," tandasnya sambil tersenyum.

Mulai tanggal 17 Januari mendatang, Stadion Manahan Solo akan menjadi tempat berlaga bagi Persipura Jayapura, Detras Sidoarjo, Persik Kediri dan Persija Jakarta. Stadion berkapasitas 25 ribu penonton ini akan dipenuhi oleh ribuan Persipuramania, The Jack, Deltamania serta Persikmania.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, panitia pelaksana akan mengerahkan sekitar 500 personel keamanan gabungan polisi, TNI dan satgas dalam setiap pertandingan. Ketua Panitia Pelaksana Solo, Paulus Haryoto mengatakan bahwa pihaknya juga meminta masing-masing tim suporter menerjunkan 10 orang satgas untuk membantu pengamanan.

Sedangkan untuk mencegah gesekan antar suporter, panitia juga telah mempersiapkan pos transit selama para suporter berada di Solo serta pengaturan tempat duduk saat menonton pertandingan.

"Semua pengaturan kami lakukan untuk setiap pertandingan, tidak hanya bagi tim-tim yang kebetulan dalam pertandingan sebelumnya pernah bentrok. Kita juga batasi jumlah suporter tiap tim maksimal 5000 orang," katanya.

"Selain itu semua koordinator suporter akan menjalin komunikasi yang ketat baik lintas tim maupun dengan panitia untuk menjamin tidak ada penyusup maupun terjadi gesekan yang berbahaya sehingga perhelatan ini bisa berjalan lancar," imbuhnya. (key/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads