BP, sapaan Bambang, tidak mencetak gol dalam duel perebutan juara tiga Copa antara timnya, Persija Jakarta, melawan Pelita Jaya Purwakarta di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (13/1/2008).
Sebelum pertandingan BP masih berpeluang menjadi pencetak gol terbanyak, walaupun tak sebesar striker Persipura Jayapura Alberto Goncalves da Costa, yang telah mendulang enam gol. Namun, dengan empat gol yang telah dikemaskanya, kans dia tetaplah ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini pertandingan yang berat karena nenek saya baru meninggal (hari Sabtu malam) dan dimakamkan hari ini. Makanya saya memakai ban hitam di lengan," ungkap BP kepada wartawan.
"Tapi saya tak mau bersembunyi dengan alasan itu. Saya sudah mencoba bermain baik hari ini," sambung kapten bermomor punggung 20 itu.
Tentang gelar topskorer yang urung didapat, Bambang mengaku tidak kecewa. Ia berprinsip kepentingan tim selalu di atas kepentingan pribadi.
"Kebanggaan mendapat gelar juara itu lebih penting daripada gelar pribadi. Kita bermain dengan 11 orang, dan siapapun yang mencetak gol tak masalah, karena kita bermain sebagai tim."
Gagal meraih tropi Copa, Persija masih berpeluang merebut titel juara Liga Indonesia karena masih bertahan sampai babak delapan besar. BP mengatakan, pertandingan hari ini tetaplah menjadi modal tersendiri.
"Kelihatannya memang tidak penting menjadi juara tiga. Tapi ini sangat penting bagi psikologis kami, untuk menjaga kepercayaan diri menghadapi babak 8 besar," pungkas dia.
(a2s/a2s)











































