Kontrak Melarang Pelatih Bicara Gaji

Kontrak Melarang Pelatih Bicara Gaji

- Sepakbola
Selasa, 15 Jan 2008 15:51 WIB
Jakarta - Keengganan untuk menyebutkan nominal gaji seorang pelatih jamak terjadi di Indonesia. Rahmad Darmawan beralasan, larangan untuk membuka nilai gaji ada di kontraknya.

"Saya tidak boleh menyebutkan jumlah gaji saya. Larangan itu ada di dalam kontrak saya dengan klub," elak pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan saat dikontak detiksport tentang isu ini, Selasa (15/1/2008).

Penolakan serupa juga dikemukakan oleh Bonggo Pribadi, mantan pelatih PSIS Semarang. "Sulit bagi saya buat membuka (nominal gaji) itu. Setahu saya belum pernah ada yang membuka nilai kontrak mereka," kilah Bonggo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut seorang sumber di PSSI yang minta namanya disimpan, gaji Rahmad dalam menangani Sriwijaya adalah angka tertinggi yang didapat oleh seorang pelatih di Indonesia saat ini.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan detiksport, Rahmad dikabarkan menerima kompensasi hinga Rp 1 miliar per tahun. Artinya, rata-rata setiap bulannya Rahmad menerima Rp 83 juta.

Saat dikonfirmasi soal nominal tersebut, Rahmad hanya tertawa. "Yang jelas ada lah. Alhamdulillah, pelatih kini mulai mendapat penghargaan. Tidak hanya pemain, tapi pelatih juga memperoleh jumlah yang layak," ujar pelatih yang baru mengantar Sriwijaya juara Copa Indonesia itu di ujung telepon.

Sementara Bonggo memberi ancar-ancar di angka Rp 10-25 juta per bulan. "Ini bukan angka saya. Dari informasi yang saya dapat dari teman-teman, kisarannya Rp 10-25 juta per bulan," tukas Bonggo.

Sebagai pembanding, seorang Henk Wullems dikabarkan menerima Rp 50 juta per bulan saat meracik Persegi Bali FC. Di level tim nasional, Ivan Kolev mendapat 5.000 dolar AS per bulan dan Peter Withe mendapat dua kali lipatnya. Sementara Benny Dollo, pelatih timnas yang baru, diganjar Rp 50 juta per bulan.

(arp/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads