Aremania Tak Takut Sanksi

Aremania Tak Takut Sanksi

- Sepakbola
Kamis, 17 Jan 2008 02:00 WIB
Jakarta - Aremania bertindak rusuh dan memukul wasit Djadjat Sudrajat yang memimpin pertandingan antara Persiwa Wamena versus Arema Malang. Namun Aremania tak takut hukuman PSSI.

Laga yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Rabu (16/1/2008) malam, sama sekali tidak menyiratkan sportivitas setelah aksi pemukulan wasit oleh Aremania. Alhasil pertandingan dihentikan ketika waktu baru menunjukkan menit ke-70.

Tak hanya sekadar mencederai wasit, Aremania juga membakar dua gawang, merusak pagar pembatas, bangku cadangan, pintu keluar masuk serta properti lainnya di stadion. Hal itu menyebabkan kerugian yang ditaksir sekitar Rp 250 juta. Alhasil hukuman dari PSSI pun sudah di depan mata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau (bicara) rugi, Aremania malah rugi Rp 500 juta, (untuk) nonton, beli tiket (pertandingan) ini. Kami dirugikan karena keputusan wasit. Sanksi PSSI/BLI mana konsisten, kami tidak pernah takut. Kita bertindak karena ada alasan, kita dirugikan, temen-temen dari daerah lain semuanya bilang jangan merasa kecewa karena tidak semua kesalahan Aremania," ketus Korwil Aremania dari Klayatan, Rusmanaji, dalam perbincangan dengan detiksport, Kamis, (17/1/2008) dinihari WIB.

Sedangkan soal hukuman kepada klub kesayangan mereka, Arema Malang, Rusmanaji menukas, "Semua ada orang yang mengurusi, teman-teman dari Aremania. Kami akan koordinasi dulu."

Rusmanaji yang saat dihubungi sedang berada di hotelnya di Kediri, menambahkan bahwa saat ini mayoritas Aremania sudah sampai ke kota Malang dengan aman. Dia juga membenarkan ada beberapa Aremania yang masuk rumah sakit dan ditangkap menyusul kerusuhan itu.

"Yang ditangkap, yang pasti saya belum tahu siapa, tapi saya sudah tahu (kabarnya). Yang masuk rumah sakit (menurut info yang saya dapatkan) karena Aremania mau membantu korban penjambretan, tetapi malah dipukuli penjambret itu," jelas Rusmanaji.


(krs/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads