Aremania bertindak anarkis setelah menganggap tim kesayangannya dicurangi wasit saat melawan Persiwa Wamena di Stadion Brawijaya, Kediri, Rabu (16/1/2008). Mereka masuk ke lapangan dan merusak stadion, dan kemudian sempat merusak stasiun kota.
"Kita taksir kerugian mencapai 250 juta bahkan lebih, karena infrastruktur kami banyak yang hancur," ungkap Ketua Panpel Persik Bambang Sumaryono di ujung telpon saat dihubungi oleh detiksport, Kamis (17/1/2008) dinihari WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya itu, ia juga mengatakan bahwa Aremania masih membawa tanggungan tiket yang belum dibayar untuk kelas ekonomi, kelas utama 200 tiket dan 600 ratus tiket VIP. Itu diserahkan kepada koordinator mereka pada 10 Januari lalu atas asas kepercayaan.
"Aremania masih berhutang kepada kami karena kami sendiri belum mendapatkan uang dari tiket tersebut. Kami memberikan kepada mereka dengan azas kepercayaan karena kami melihat peluang tiket masuk hampir 95 persen dari Aremania," ujarnya.
(key/a2s)










































