Joko (36) misalnya, salah satu warga yang tinggal di sekitar perempatan Bence yang dilintasi jalur Kediri-Blitar, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri baru mengetahui rumahnya rusak setelah bangun tidur tadi pagi.
"Ya kaget banget, saat bangun dan hendak bersih-bersih rumah, besi pagar ini banyak yang patah. Sebagian kaca juga pecah," katanya saat ditemui detiksport di rumahnya, Kamis (17/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di perempatan situ mereka mengambil batu, dan saat mobil yang ditumpangi kembali jalan mereka melempari rumah warga," cerita Muntholib sambil menunjukkan perempatan Pasar Sambi.
Rumah Muntholib sendiri yang tepat berada di sebelah selatan perempatan saat ini mengalami kerusakan cukup parah. Beberapa buah gentingnya pecah, begitu juga dengan kaca jendela.
Dijelaskan pula oleh Muntholib, diperkirakan jumlah rumah warga yang rusak lebih dari sepuluh. "Di sekitar sini saja ada kurang lebih tujuh (rumah). Belum sejak dari Kediri sampai Blitar," jelasnya.
Hingga kini warga mengaku tidak tahu lagi ke mana harus mengadukan kerusakan rumah mereka yang diakibatkan oleh ulah anarkis Aremania tersebut. Mereka hanya bisa berharap, ada perhatian dari pihak-pihak terkait yang bersedia bertanggung jawab untuk memberi bantuan untuk perbaikan rumah mereka.
(din/arp)










































