Tanda-tanda akan terjadinya kerusuhan sudah muncul saat pertandingan memasuki menit-menit akhir. Adalah gol penyama kedudukan yang dicetak Cristian Gonzales di sekitar menit 80 yang jadi pemicu kericuhan tersebut.
Gol yang mengubah kedudukan menjadi 2-2 itu dianggap Persija Jakarta tidak sah. "Macan Kemayoran" menilai Gonzales lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Abanda Herman di kotak penalti sebelum mencetak gol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saling pukul antara pemain dipicu aksi Evgheny Khmaruk yang berlari dari depan gawangnya ke arah Gonzalez dan menjepit leher striker Persik itu dengan lengannya. Khmaruk memang menjadi pemain Persija yang paling tidak terima dengan gol kedua Persik, dia sempat menolak melanjutkan pertandingan dan enggan memakai kembali sarung tangan yang sudah dilepaskannya meski sudah dibujuk rekan-rekannya.
Gonzales seberanya tidak bereaksi apa-apa terhadap tindakan Khmaruk, namun beberapa pemain Macan Putih terpancing emosinya dan mulai mengerubuti Khmaruk. Pemain Persija yang entah berusaha melerai atau membela rekannya akhirnya ikut berkerumun.
Kerumunan semakin membesar menyusul kedatangan beberapa pemain dan ofisial kedua tim di tengah lapangan. Aksi saling dorong dan pukul pun terlihat.
Insiden tersebut tak berlangsung lama karena aparat keamanan bergerak cepat melerai pihak-pihak yang terlibat kericuhan. Pertandingan berakhir sama kuat 2-2. (din/arp)











































