Laga pertama Persik Kediri di babak Delapan Besar Liga Indonesia menghadapi Persija Jakarta berakhir imbang 2-2. Pertandingan itu sendiri diwarnai aksi protes dari kubu "Macan Kemayoran" dan berlajut aksi kericuhan setelah peluit panjang tanda pertandingan berakhir dibunyikan wasit.
Protes dilancarkan kubu Persija yang menganggap gol kedua Persik yang dicetak Cristian Gonzales tidak sah. Striker asal Uruguay itu dianggap lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Abanda Herman dalam perebutan bola sebelum akhirnya sukses memperdaya kiper Evgheny Khmaruk dan mengubah kedudukan menjadi 2-2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi kerusuhan pemain yang terjadi sesaat setelah pertandingan berakhir juga disoroti Daniel Roekito. Penyesalan mendalam pun dilontarkan, apalagi insiden tersebut terjadi setelah kerusuhan suporter di kandang mereka akibat ulah Aremania.
"Saya prihatin melihat pertandingan tadi, apalagi atas apa yang terjadi di kota kami semalam dan terjadi lagi hari. Apalagi lapangan kami juga sudah dirusak semalam. Ini benar-benar membuat saya prihatin. Keterlaluan kalau Gonzales sampai dipukul," pungkas Daniel Roekito. (din/din)











































