Akibat ditimpuki, setidaknya 20 bus dan puluhan kendaraan pribadi yang ditumpangi Aremania mengalami kerusakan utamanya bagian kaca-kaca yang pecah. Sedangkan beberapa Aremania dikabarkan mengalami luka-luka dan kini dirawat di rumah sakit.
"Akibat kerusakan kaca itu, kami mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta," jelas Marheis, Koordinator Wilayah Aremania Gadang. Marheis mengaku tidak tahu harus mencari dana dari mana, sedangkan Aremania yang berangkat juga berbekal dana yang minim. Terpaksa mereka harus menanggung biaya kerusakan kaca bus bersama-sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilanjutkan Marheis, Aremania bahkan rela menjadi tameng hidup bus yang ditumpanginya dari lemparan batu. Upaya ini dilakukan untuk melindungi kendaraan agar kerusakan yang diderita tidak terlalu besar.
"Tapi, sejumlah polisi justru memukuli kami agar naik ke dalam bus," terangnya. Padahal, awalnya mereka meminta perlindungan kepada petugas kepolisian dari serangan lemparan batu. Marheis juga menyebut seorang Aremania tertembak di bagian perut, diduga dari senjata angin pelaku pelemparan.
(din/din)










































