Kemenangan ini untuk semantara membawa Persija memuncaki klasemen Grup B babak Delapan Besar Liga Indonsia. Skuad nesutan Serghei Dubrovin mengumpulkan empat poin setelah pada laga perdana bermain imbang 2-2 dengan Persik Kediri.
Untuk memastikan tiket ke Senayan, Persija harus memetik poin maksimal dari Persipura Jayapura sebagai lawan terakhir mereka. Tim "Mutiara Hitam" baru akan menjalani pertandingan keduanya beberapa saat lagi menghadapi Persik Kediri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin PSSI, pelatih Serghei Dubrovin hanya bisa melihat anak didiknya bertanding dari tribun penonton. Sementara Evgheny Khmaruk tetap berada di bawah mistar menyusul permohonan banding yang diajukan Persija, sang kiper sebelumnya dihukum tak boleh bermain hari ini menyusul kerusuhan di laga kontra Persik.
Memaksimalkan kembalinya Claudio Pronetto yang absen di pertandingan pertama, Deltras Sidoarjo sedikit lebih dominan di awal laga. Di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (19/1/2008) pemain Argentina itu menebar dua ancaman ke gawang Persija melalui tendangan jarak jauh saat laga baru berusia 12 menit. Namun usaha tersebut mampu diantisipasi dengan baik oleh Khmaruc.
Di pertengahan babak pertama gantian Persija memiliki peluang emas. Diawali pergerakan M.Ilham dari sisi kiri, kerjasama satu-duanya dengan Aliyudin sukses menembus kotak penalti Deltras. Namun tak ada gol tercipta dari prosesi tersebut karena bola sepakan Ilham bisa diblok Kiper Sumardi. Usaha rebound yang dilakukan Bambang Pamungkas pun tak mengubah kedudukan karena bola sontekannya membentur kaki pemain bertahan Deltras dan cuma berujung Tendangan sudut.
Deltras berpeluang menyudahi babak pertama dalam posisi unggul saat Hilton Moreira bisa menanduk dengan sempurna crossing Mifthakul Huda dari sisi kanan di menit 37. Namun skor 0-0 bertahan hingga turun karena bola hasil sundulannya dari jarak dekat melenceng tipis dari sasaran.
Di babak kedua gantian Persija yang menguasai pertandingan, bahkan di menit 47 Aliyuddin sudah mengancam saat di bisa mencuri bola yang gagal diamankan dengan sempurna oleh Sumardi. Namun Sumardi mampu bergerak cepat untuk kembali mengambil bola dan menghindarkan gawangnya dari kebobolan.
Gempuran Persija tak berhenti sampai disitu. Masuknya Gerald Pangkali menggantikan Atep membuat serangan "Macan Kemayoran" makin bergigi. Namun beberapa peluang yang yang dimiliki Aliyuddin dan Bambang masih gagal berujung gol.
Deltras bukannya tak punya peluang, melalui serangan balik skuad besutan Jaya Hartono beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Persija yang tampil solid dalam kawalan Ebanda Herman dan Hamka Hamzah. Peluang terbaik Deltras datang di menit 69 lewat tendangan bebas Jose Sebastian dari luar kotak penalti yang masih malayang tipis dari bidang sasaran.
Penantian Persija berakhir di menit 76. Memanfaatkan umpan tendangan sudut Ismed Sofyan, Aliyuddin yang berdiri tanpa kawalan dengan leluasa menjebol jala Deltras dengan tandukan kepalanya.
Delapan menit sebelum bubaran Melkey Pekey nyaris menyamakan kedudukan. Sukses memperdaya Khmaruk, sepakan dia ke gawang yang kosong masih bisa dihalau Ismed. Skor 1-0 bertahan hingga pertandingan berakhir. (din/din)










































