Dikatakan rahmad, bukan pekerjaan mudah bagi Sriwijaya FC untuk menekuk Arema, terlebih karena pertandingan ini digelar di Jawa Timur. "Singo Edan", katanya, memiliki fighting spirit tinggi dan kekuatan materi pemain yang merata di semua lini.
"Anda lihat sendiri, di depan mereka punya (Pato) Morales dan (Emile) Mbamba. Di sayap dan tengah ada pemain nasional seperti Ponaryo (Astaman). Tentunya bukan pekerjaan mudah bagi tim saya untuk bisa menang," kata Rahmad seusai memimpin latihan anak asuhnya di Stadion Gelora Delta, Selasa (22/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sengaja saya instruksikan bermain kolektif, karena tentunya akan kesulitan kalau kita melayani kemampuan skill pemain Arema Malang.β
Dijelaskannya pula, kembalinya Ponaryo di kubu Arema setelah absen dalam pertandingan kemarin tentunya akan menambah daya serang Arema. Sebaliknya, breaker Sriwijaya FC, Benben Berlian, justru masih harus berkutat dengan cedera.
"Benben dengan barat hati terpaksa masih harus istirahat karena belum juga sembuh dari cederanya. Padahal dia kami harapkan dapat mematikan pergerakan Ponaryo," terang Rahmad.
Ketika ditanya mengenai target yang ingin diraih, ia mengaku semua tim yang datang ke babak 8 besar tentunya memiliki kemampuan di atas rata-rata dan berharap kemenangan.
Sriwijaya tampil di babak 8 besar sebagai juara Wilayah Barat di babak reguler. Minggu lalu tim kota Palembang itu telah merengkuh satu tropi, yakni Copa Dji Sam Soe Indonesia. Di pertandingan pertama "Laskar Wong Kito" bermain imbang 2-2 melawan PSMS Medan di Kediri.
(a2s/din)










































