Pernyataan mundur tersebut diungkapkan Djoko seusai memimpin latihan anak asuhnya di Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya, Jumat (25/1/2008), dalam rangka persiapan menghadapi Sriwijaya FC besok.
"Sudah empat tahun saya menangani Persiwa, dan sudah saatnya ada regenerasi untuk menjaga soliditas tim. Apalagi saya ingin suasana baru," kata pria asal Malang itu kepada detiksport.
Djoko mengungkapkan, jika terlalu lama menangani Persiwa, dikhawatirkan justru bukan prestasi membanggakan yang didapat, melainkan kondisi yang tidak sehat.
Ketika ditanya akan ke mana setelah masa kerjanya di Persiwa berakhir, dia enggan menyebutkan dengan pasti. "Yang jelas saya ingin situasi tim yang baru," katanya singkat.
Djoko juga mengungkapkan bahwa pengunduran dirinya ini sudah diinformasikan kepada manajemen klub dan selama ini mereka dapat menerimanya, salah satunya karena masa kontrak mereka memang berakhir sampai musim 2007 selesai.
"Face to face sudah saya lakukan, tapi secara administratif saya belum ajukan surat pengunduran diri," lanjut pelatih berusia 44 tahun itu.
Ketika ditanya mengenai rumor dirinya sedang didekati Persik Kediri, dan mengisi tempat yang ditinggalkan Daniel Roekito, Djoko berkilah secara halus.
"Ya terima kasih kalau mereka (manajemen Persik) telah memilih saya. Tapi hingga sekarang saya belum sekalipun dihubungi, baik secara langsung maupun tidak langsung," katanya.
Selama empat tahun bekerja untuk Persiwa, Djoko Susilo terbilang berhasil memoles bakat-bakat alam yang ada di Wamena. Ia mengangkat reputasi klub tersebut mulai dari Divisi I sampai mengantarkannya sebagai runner up grup Wilayah Timur di babak reguler musim ini -- dan tampil di babak delapan besar.
"Saya senang melihat orang Wamena sekarang yang berani mengakui dirinya orang Wamena dengan bangga setelah klub kebanggaannya memiliki pretasi yang baik," pungkas Djoko.
(a2s/ian)










































