Jadi Tuan Rumah Rugi

Babak 8 Besar

Jadi Tuan Rumah Rugi

- Sepakbola
Sabtu, 26 Jan 2008 19:32 WIB
Sidoarjo - Tiga kota yang menjadi tuan rumah babak 8 besar Liga Indonesia 2007 mengalami kerugian finansial. Setelah Kediri dan Solo, Panpel Sidoarjo pun kemungkinan menerima nasib serupa.

Kediri, sebagaimana diketahui, menderita kerugian paling besar karena kerusuhan yang dilakukan Aremania pada Rabu (16/1/2008) pekan lalu bahkan menjalar sampai ke luar stadion. Nilai kerugian ditaksir sampai Rp 1 miliar.

Sementara tuan rumah Grup B, Solo, juga tidak mendulang keuntungan, bahkan sebaliknya. Di hari terakhir pertandingan di Stadion Manahan, panitia mengklaim rugi hingga Rp 90 juta, yang utamanya disebabkan oleh penonton yang sedikit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian pula dengan Sidoarjo, yang notabene tuan rumah "dadakan" sebagai pengganti Kediri. Usai laga terakhir antara Arema versus PSMS Medan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, ketua Panpel Slamet Riyadi juga mengeluhkan hasil penjualan tiket yang seret.

"Saya belum tahu pasti bagaimana kedaaannya. Tapi dari penjualan tiket setiap kali pertandingan, selalu ada sisa yang tak sedikit," ujar Slamet kepada wartawan, Sabtu (26/1/2008).

"Kalau Arema yang main, ya kami cetak banyak. Tapi kemarin saat mereka main, ternyata jumlah suporternya tidak sesuai yang kami perkirakan," lanjutnya.

Ketika didesak untuk menyebutkan untung atau rugi, Slamet menjawab, β€œKami perlu rapat dulu. Tunggulah barang 2-3 hari lagi, nanti hubungi saya.”

Terlepas dari hal materi, Slamet mensyukuri perhelatan di Sidoarjo berlangsung mulus tanpa ada kerusuhan. Ia mengatakan hal ini karena ada koordinasi dan komunikasi yang baik dengan aparat keamanan.

"Kita sama-sama ingin sepakbola maju ke arah yang lebih baik. Semua tak lepas dari koordinasi dan komunikasi."

(a2s/ian)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads