Kediri, sebagaimana diketahui, menderita kerugian paling besar karena kerusuhan yang dilakukan Aremania pada Rabu (16/1/2008) pekan lalu bahkan menjalar sampai ke luar stadion. Nilai kerugian ditaksir sampai Rp 1 miliar.
Sementara tuan rumah Grup B, Solo, juga tidak mendulang keuntungan, bahkan sebaliknya. Di hari terakhir pertandingan di Stadion Manahan, panitia mengklaim rugi hingga Rp 90 juta, yang utamanya disebabkan oleh penonton yang sedikit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya belum tahu pasti bagaimana kedaaannya. Tapi dari penjualan tiket setiap kali pertandingan, selalu ada sisa yang tak sedikit," ujar Slamet kepada wartawan, Sabtu (26/1/2008).
"Kalau Arema yang main, ya kami cetak banyak. Tapi kemarin saat mereka main, ternyata jumlah suporternya tidak sesuai yang kami perkirakan," lanjutnya.
Ketika didesak untuk menyebutkan untung atau rugi, Slamet menjawab, βKami perlu rapat dulu. Tunggulah barang 2-3 hari lagi, nanti hubungi saya.β
Terlepas dari hal materi, Slamet mensyukuri perhelatan di Sidoarjo berlangsung mulus tanpa ada kerusuhan. Ia mengatakan hal ini karena ada koordinasi dan komunikasi yang baik dengan aparat keamanan.
"Kita sama-sama ingin sepakbola maju ke arah yang lebih baik. Semua tak lepas dari koordinasi dan komunikasi."
(a2s/ian)











































