Apa Bisa Persebaya Ikut Kompetisi?

Apa Bisa Persebaya Ikut Kompetisi?

- Sepakbola
Rabu, 06 Feb 2008 14:38 WIB
Surabaya - Rencana pembentukan Persero Terbatas (PT) Persebaya menuai protes dari internal klub. Padahal rencana tersebut adalah salah satu langkah untuk berusaha mandiri tanpa bantuan APBD.

Larangan penggunaan APBD untuk klub sepakbola didasari oleh SE Mendagri no 903/187/SJ tanggal 30 Januari 2007. Akibatnya dalam APBD Surabaya 2008, Persebaya tidak akan lagi mendapatkan kucuran dana. Tahun 2007 lalu Persebaya masih mendapatkan dana segar dari APBD sebesar Rp 17,5 miliar.

Langkah pembentukan PT tidak lain merupakan langkah kongkret dari Persebaya mengingat untuk mengikuti satu kompetisi tim "Bajul Ijo" membutuhkan dana sebesar Rp 7-8 miliar. Artinya tidak sedikit dana yang dibutuhkan untuk mengikuti satu kompetisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencananya tim pengkajian pembentukan PT Persebaya akan mengubah bentuk Persebaya menjadi PT Persebaya di awal 2008. Tim pengkajian yang diketuai M Aliyas beberapa waktu lalu kepada detiksurabaya.com memaparkan bahwa PT Persebaya sifatnya perusahaan terbuka. Dengan demikian saham PT Persebaya akan dimiliki oleh seluruh klub binaan dan masyarakat umum.

Sebenarnya Arif Affandi mempunyai alternatif lain selain pembentukan PT yakni menjadi biro reklame dan mengelola beberapa titik reklame. Namun rencana ini pupus setelah Walikota Surabaya Bambang DH melarang Persebaya mengelola beberapa titik. Walikota beralasan, pengelolaan beberapa titik reklame sama dengan menggunakan APBD.

Adapula tawaran solusi lain untuk menyelamatkan Persebaya yakni dengan mengakuisisi dengan perusahaan besar. Atau dengan kata lain Persebaya adalah klub binaan dari perusahaan itu. Sehingga seluruh kebutuhan klub dijuluki Green Force ini akan dibebankan pada perusahaan tersebut. Rencana itu belum mendapatkan titik terang, karena perusahaan lokal maupun nasional masih belum ada yang mau terbeban dengan biaya Rp 7-8 miliar.

Kini kemelut di dalam tubuh Persebaya akibat rencana pembentukan PT memanas dan memaksa Arif mundur dari jabatan yang diembannya. Paksaan mundur dilecutkan oleh klub binaan Persebaya. Pembentukan PT Persebaya di ambang sirna. Entah apa solusi lain yang bisa dilakukan agar Persebaya bisa ikut dalam kompetisi mendatang.


(stv/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads