Pernyataan ini dikeluarkan oleh asisten pelatih Persija, Isman Jasulmei, dalam acara konferensi pers seusai pertandingan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (6/2/2008).
"Lihat saja, kami dari awal pertandingan bisa mengurung Sriwijaya. Tapi mereka lebih efektif. Mereka cuma punya satu tendangan ke gawang dan jadi gol," ujar Isman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat faktor mental itu, permainan terbaik para pemain Persija gagal keluar. "Seperti misalnya Robertino (Pugliara), ia sedang tidak dalam top form-nya. Ia belum terbiasa dengan atmosfer seperti ini," ungkapnya.
Satu penalti yang diperoleh Persija gagal dijadikan gol oleh Agus Indra Kurniawan. Sepakan 12 pas gelandang Persija itu melambung ke atas gawang Sriwijaya. Sejumlah pihak mempertanyakan mengapa Agus Indra yang menendang dan bukan Bambang Pamungkas.
"Kami memang menyiapkan BP (julukan Bambang) dan Agus Indra sebagai eksekutor. Kalau pada akhirnya Agus Indra yang menendang, itu keputusan mereka di lapangan," tangkis Isman kalem.
Bagaimanapun, Isman mengaku Sriwijaya layak menang dan melangkah ke final Liga Indonesia.
"Saya salut dengan Sriwjaya. Mereka bermain bagus. Kemenangan ini bukan karena faktor wasit. Dua pemain mereka, Zah Rahan dan Keith Kayamba Gumbs, jadi aktor utama kemenangan Sriwijaya," pungkas Isman.
(arp/din)











































