Seperti diberitakan sebelumya, seorang pendukung Persija Jakarta meninggal dunia karena dianiaya sekelompok orang yang beratribut Persipura Jayapura di kompleks Stadion Gelora Bung Karno tadi malam, Rabu (6/2/2008).
"Saya sudah memerintahkan Kapolda untuk memanggil panitia besok. Kalau hasil evaluasinya jelek, maka pertandingan final bisa saja kita hentikan," ujar Adhyaksa saat bertemu wartawan di restoran Bebek Bali, Senayan, Jakarta, Kamis (7/2/2008) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Adhyaksa pernah melontarkan pernyataannya untuk menghentikan kompetisi sepakbola di Indonesia jika dalam satu tahun ini kerusuhan massa masih saja terjadi.
Ironisnya, jangankan setahun, insiden yang terakhir pun terjadi hanya tiga pekan setelah kerusuhan besar terjadi di Kediri, di babak 8 besar. Ketika itu suporter Arema Malang marah atas keputusan wasit, lalu berbuat onar di dalam maupun luar stadion.
"Di Kediri, kesalahan ada di banyak aspek: performa wasit yang buruk, pemain asing yang terprovokasi, dan suporter yang terpancing emosi lalu masuk menyerbu lapangan," ujarnya.
Untuk insiden tadi malam Adhyaksa menyebut kesalahan ada di faktor manajemen suporter. Panitia pelaksana (Panpel) tidak bisa semata-mata disalahkan karena kerusuhan terjadi di jalan-jalan sekitar Senayan, bukan di dalam atau ring 1 dan 2 areal stadion.
"Yang salah adalah manajemen suporter. Dari informasi yang saya dapat, aparat keamanan yang diturunkan hanya 3.000 personel, padahal suporter bisa mencapai 80 ribu," tukas Menegpora.
Final Liga Indonesia 2007 dijadwalkan berlangsung hari Sabtu (9/2/2008) malam, juga di Stadion GBK. Dua tim yang akan bertanding adalah PSMS Medan dan Sriwijaya FC.
(a2s/a2s)











































