"Kami keberatan! Sangat keberatan. Itu keputusan yang sangat merugikan kami, dan warga Medan," kata Seno (55), pegawai negeri pemerintah Sumatra Selatan, kepada detiksport, Rabu (08/02/2008).
"Kami minta pemerintah memindahkan pertandingan ke Palembang. Apalagi stadion Gelora Sriwijaya jauh lebih baik dibandingkan di Bandung. Tidak jelas alasan kalau dipindahkan ke Bandung," kata Seno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Dadang (23), pedagang pempek, di sekitar kantor Kejaksaan Tinggi Sumsel, tidak percaya kalau pertandingan dipindahkan ke Bandung. "Kalau benar, saya jelas kecewa, sebab Bandung itu tidak pantas. Kalau memang mau dipindahkan ke Palembang atau ke Medan," kata Dadang, yang mengaku tidak pernah absen menyaksikan pertandingan kandang "Laskar Wong Kito".
Sebelumnya, tak lama setelah mendengar pemerintah melarang pertandingan final di Jakarta, puluhan suporter Sriwijaya FC mendadak berkumpul di halaman kantor Pemerintah Sumatra Selatan.
"Kami berencana menemui gubernur (Syahrial Oesman) agar partai final dipindahkan ke Jakabaring," kata Eman (26), yang baru pulang dari Jakarta menyaksikan duel semifinal tim kesayangannya melawan Persija Jakarta.
"Tapi, sebaiknya anggaran pertandingan tetap menggunakan yang sudah disiapkan PSSI buat di Gelora Bung Karno. Jadi pembiayaan tidak menggunakan biaya pemerintah Sumsel," tambahnya. Namun sayang, beberapa saat kemudian PSSI memutuskan final dipindah ke stadion Jalak Harupat, Bandung.
(a2s/key)











































