Bunga untuk Fathul dari Sahabat

Bunga untuk Fathul dari Sahabat

- Sepakbola
Jumat, 08 Feb 2008 22:37 WIB
Jakarta - Beberapa Orang sahabat Fathul Mulyadin menyambangi kantor sekretariat PSSI di Stadion GBK, Senayan, sambil membawa bunga. Tujuannya adalah untuk berdukacita atas meninggalnya sahabat mereka itu.

Delapan orang sahabat Fathul datang ke Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (8/2/2008), sambil membawa dua ikat bunga. Tiga orang di antaranya menaruh bunga tersebut tepat di depan pintu masuk kantor sekretariat PSSI.

Salah seorang yang menaruh bunga tersebut adalah Ridwan (20), kawan yang berangkat bersama Fathul dari rumahnya dan salah seorang terakhir yang
bersama Fathul menjelang kematiannya. Ridwan merupakan sahabat Fathul dari kecil dan sebagai orang yang sudah lama mengenal Fathul ia menyebut kawan dekatnya itu sebagai orang yang sangat baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya panggil dia Iyung dan kita sudah berteman lama dari saya kecil. Tetapi dia beberapa tahun lebih tua dan saya kenal dia orangnya asyik," paparnya kepada detiksport.

Ia pun mengaku bahwa ia diajak Fathul untuk menonton Persija berlaga padahal saat itu dia sedang tidak punya uang. "Dia pulang kantor dan
langsung mengajak saya nonton bola tapi saya nilang 'wah, lagi nggak punya duit nih', tapi terus dia bilang 'udah tenang aja saya yang bayarin' dan kita langsung berangkat naik angkot," lanjutnya.

Dari angkot tersebut mereka lantas melanjutkan perjalanan ke kantor Fathul sejenak dan berangkat ke Senayan dengan bus kopaja P 19. Nahas, bus tersebut latas menjadi korban amukan beberapa oknum Persipura mania ketika sampai di depan GBK.

Dalam keadaan kocar-kacir Ridwan yang saat itu hanya mengenakan kaos biasa membuang syal Persija yang dikenakannya agar tak menjadi korban amukan. Ia pun berpisah dengan Fathul yang ketika itu mengenakan kaos hitam bertulisan "Persija Pahlawanku".

Fathul pun menjadi korban amukan dari beberapa oknum Persipura Mania dan akhirnya meninggal dunia. Ridwan pun mengaku baru mengetahui kabar
sahabatnya itu pada pukul 02.00 malam setelah mencari-cari ke segala tempat.

"Saya baru dapat kabar jam dua malam. Sebelumnya saya cari-cari dia dan sms-sms sama teman nanya kabar dia," tuturnya.

Ridwan pun berharap Liga Indonesia ke depannya bisa menjadi liga yang damai tanpa ada kerusuhan lagi sehingga tidak ada lagi yang mengalami
nasib seperti sahabatnya.

"Saya mengharapkan liga nanti damai-damai aja. Tidak ada lagi rusuh sehingga tidak ada lagi korban," pungkasnya.

(ian/ian)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads