Dalam rapat yang digelar di Bandung, Sabtu (9/2/2008) malam WIB, BLI belum bisa memutuskan apakah final Ligina yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat akan dilaksanakan sesuai rencana pada Minggu (10/2).
BLI memberi alternatif untuk menggelar partai final yang mempertemukan PSMS melawan Sriwijaya FC ini di Solo atau Sidoarjo. Namun pemakaian kedua kota itu juga masih harus menunggu lampu hijau dari aparat keamanan setempat, yakni Polda Jawa Tengah dan Polda Jawa Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedikit banyak mental para pemain PSMS terpengaruh. Ada suara-suara resah dari para pemain kami," aku manajer PSMS Randiman Tarigan saat dikontak detiksport.
"Banyak dari mereka yang kontraknya sudah habis. Selain itu mereka juga lelah dan ingin istirahat. Bagi manajemen, ini juga menambah beban cost," lanjut Randiman.
Meski demikian, Randiman bersyukur bahwa Saktiawan Sinaga dkk tetap antusias menunggu partai puncak. "Mereka tetap semangat dan berlatih secara normal," demikian pria Batak tersebut menjelaskan.
Keputusan tentang partai final baru akan diambil oleh BLI, Minggu (10/2) pagi Pukul 08.00 WIB. Bila tidak bisa juga digelar di Sidoarjo atau Solo, maka PSSI/BLI akan memutuskan nasib partai final ini pada Selasa (12/2).
Apapun keputusan PSSI/BLI nantinya, Randiman mengaku akan tunduk. "Kami akan patuhi PSSI, karena merekalah induk organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia," tukas dia.
Randiman berharap besar bahwa partai final akan tetap diselenggarakan dan tidak dibatalkan seperti desakan sejumlah pihak.
"Bermain tanpa penonton saja sudah tidak lucu. Ini kan memperebutkan Piala Presiden, masa' tidak ada penonton? Apalagi kalau sampai ditiadakan. Apa lagi arti kompetisi ini?" tuntas Randiman setengah bertanya.
(arp/din)











































