Demikian tuntutan yang disuarakan demostran yang menamakan dirinya Forum Mahasiswa Merah Putih. Menggelar demonstarsi di depan gedung Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Selasa (19/2/2008) siang WIB, mereka juga menganggap banyaknya pemain asing hanya menjadi beban buat Pemerintah Daerah karena dari sanalah pendanaan klub berasal.
Terkait dengan hal tersebut, demonstran yang berjumlah sekitar 30 orang itu juga menganggap sukses Sriwijaya FC memenangi Liga Indonesia sebagai kemenangan semu. Alasannya, skuad besutan Rahmad Darmawan menurunkan lima pemain asing saat menundukkan PSMS Medan di final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendemo juga menyayangkan selebrasi Keith Jerome Gumbs Kayamba saat mencetak gol penentu kemenangan Sriwijaya ke gawang PSMS. Memamerkan dan mencium bendera negaranya memang menjadi perayaan khas striker asal Saint Kitts and Nevis itu usai mencetak gol.
"Selebrasi Kayamba mencabik-cabik nasionalisme kita", demikian tulisan yang terpampang pada salah satu poster yang dibentangkan demonstran.
Demonstrasi itu hanya berlangsung lebih kurang 20 menit. Setelah Menteri Adyhaksa Dault datang ke depan pintu gerbang dan melakukan dialog singkat, seluruh demostran membubarkan diri dengan tertib.
"Tuntutan mahasiswa sesuai dengan rencana Menpora yang akan memanggil PSSI untuk mengevaluasi Liga Indonesia musim lalu," ungkap Adhyaksa singkat.
Bulan lalu Adhyaksa memang sempat menkritik regulasi kuota pemain asing Ligina yang berjumlah lima pemain. Menurutnya masing-masing klub sebaiknya hanya dibatasi memiliki tiga sampai empat pemain saja.
Foto: Dua pemain asing beraksi di Liga Indonesia 2007. (Detiksport/Deni Prastyo) (din/a2s)











































