Sebelumnya, Rahmad sukses membawa Sriwijaya FC mengawinkan gelar Copa Indonesia dan Liga Indonesia 2007 lalu. Prestasi tersebut adalah kali pertama yang dicatat sebuah klub di Indonesia, yang lantas kini mengantar Rahmad mendapatkan gelar kehormatan.
"Ya, rencananya memang demikian," kata Ketua Dewan Pembina Adat Sumsel, Djohan Hanafiah, kepada detiksport, Sabtu (15/03/2008), di rumahnya, Jalan Rajawali, Palembang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemberian gelar adat dan persalinan adat akan ditetapkan dengan SK (Surat Keputusan)
Gubernur Sumsel, dan bertempat di Griya Agung--kediamanan gubernur Sumsel-- atau di
Gedung Bina Praja Pemprov Sumsel.
Namun demikian, pemain SFC yang akan menerima penghargaan pesalinan adat hanya dikhususkan kepada pemain yang tergabung dalam kompetisi 2007 lalu. Penghargaan juga tak diberikan kepada Renato Elias yang masih belum pasti tetap bergabung dengan SFC. Pun demikian dengan pemain baru seperti Imam Suprapto, M Nasuha, Reswandi dan Zoubairou.
Rahmad yang berdarah Jawa dan kelahiran Metro, Lampung, bukan orang pertama di luar
Palembang yang menerima gelar Datuk. Sebelumnya, Sultan Hamengkubowono X tahun 2007
pernah menerima gelar tersebut.
Selamat, Rahmad!
(tw/krs)










































