Sejak adanya peraturan yang mengharuskan setiap klub harus berbadan usaha, kekhawatiran akan bagaimana nasib klub selanjutnya perlahan-lahan terkuak. Hal ini terkait karena selama ini pendanaan klub berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
Hal ini dikemukakan oleh Manajer Persatuan Sepakbola Samarinda, Aidil Fitri, disela pertemuan Club Briefing Divisi Utama yang berlangsung di Hotel Le Meridien Jakarta, Kamis (3/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketidaksiapan klub ini nantinya akan berimbas pada tingkat keikutsertaan dalam setiap even pertandingan sepakbola nasional. Tentunya, hal ini pasti juga akan berpengaruh pada iklim kompetisi yang semakin lama semakin berkurang kuantitas maupun kualitasnya.
Aidil kemudian mendesak BLI mengadakan pertemuan dengan tiga Menteri terkait, yakni Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri guna membahas masalah ini.
"Saya setuju BLI coba mengkomunikasikan dengan tiga menteri tersebut untuk membahas mengenai APBD sebagai support pendanaan bagi klub-klub yang akan berlaga di Divisi Utama," ujar Aidil.
"Terus terang, saya sebagai perwakilan dari klub-klub tidak menghendaki (penghentian APBD) itu terjadi. Kalau keputusan tetap tidak berubah, kami siap berdemo," pungkasnya.
(arp/din)











































