Sama seperti masalah yang menghadang di Liga Super, masalah yang menghantui digelarnya kompetisi Liga Utama juga terletak pada ketidaksiapan infrastruktur serta masalah keuangan mayoritas klub. Kedua hal inilah yang menjadi pembahasan penting dalam Klub Briefing yang diadakan di Hotel Le Meridien Jakarta, Kamis (3/4/2008).
"Kendala terberat yang dialami klub adalah infrastruktur. Dari total 34 klub, hanya lima klub yang sanggup memenuhinya," ungkap Manajer Kompetisi BLI, Joko Driyono, saat ditemui wartawan usai acara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan batas akhir pendaftaran klub yang jatuh pada 15 April 2008, jelas muncuk kekhawatiran kalau kompetisi Divisi Utama bakal tertunda. Padahal dala kurun 12 hari tersisa, setiap klub harus mempersiapkan berbagai aspek yang mencakup kondisi lapangan, ruang di stadion, dan tribun serta aspek keamanan.
Meski begitu Joko Driono tetap optimis roda kompetisi akan bergulir tepat waktu. Sama seperti yang sempat diucapkannya saat ditanya soal klub yang belum siap untuk Liga Super, tim yang tak siap untuk kompetisi Divisi Utama juga dipersilakan out.
"Bisalah, dan kalaupun mereka tidak bisa memenuhi, ya out dari Divisi Utama," tegas Joko. (din/arp)











































