Menyusul terjadinya kerusuhan yang dilakukan suporter di babak semifinal Liga Indonesia 2007, Menegpora Adhyaksa Dault mengeluarkan instruksi yang melarang penggunaan stadion GBK untuk klub. Stadion terbesar itu hanya boleh dipakai untuk pertandingan tim nasional.
Larangan tersebut disayangkan kubu Persija. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Umum PT. Persija, Bambang Sucipto, seusai menghadiri konferensi pers Nike Manchester United Premiere Cup di Front Row Senayan, Jakarta, Selasa (8/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih menurutnya, kapasitas Stadion Lebakbulus yang hanya bisa menampung sekitar 15.000 penonton juga tidak memungkinkan untuk suporter "Macan Kemayoran" yang diklaim berjumlah 30.000.
"Kalau seperti itu, yang ada nantinya mereka menjebol pintu masuk, dorong-dorongan. Kita sering kena hukum karena masalah-masalah seperti ini. Bukan hanya untuk The Jakmania lho, tapi juga untuk lawan yang nanti akan bertanding di sana (Lebakbulus). Mereka tidak akan nyaman," imbuhnya.
Untuk itu Persija terus melakukan upaya pendekatan dengan Mennegpora agar bisa menjadikan Stadion GBK sebagai home mereka, karena hanya masalah stadion inilah yang mengganjal persiapan klub tersebut menghadapi kompetisi musim ini.
"Nanti kami akan melakukan presentasi ke Mennegpora untuk membahas untung ruginya," terang Bambang.
Ketika disinggung seandainya usulan ini ditolak, ia menjawab dengan santai. "Yang rugi ya sepakbolanya.β (a2s/roz)











































