Tim verifikasi BLI datang ke Stadion Brawijaya tepat pukul 16.00 WIB, Rabu (24/4/2008), dengan hanya beranggotakan tiga orang, yaitu Jopie Leepel, selaku staf ahli BLI dan instruktur AFC, serta dua orang staf direktorat kompetisi, Darwis Satmoko dan Llano Mahardika.
Tim ini datang minus Direktur BLI Djoko Driyono yang sedang berada di Jakarta untuk mengadakan rapat dengan departemen Dalam Negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sela-sela pengamatan, tim verifikasi juga mendapatkan penjelasan dari tiga orang perwakilan manajemen Persik. Mereka adalah sekretaris tim, Barnardi, bendahara tim, Suryadi, dan Tri Kriswinarko sebagai perwakilan dari DKLH selaku pengelola Stadion Brawijaya.
Seusai melakukan pengamatan, dalam jumpa pers tim verifikasi BLI yang diwakili Darwis Satmoko mengatakan, hasil sementara menunjukkan Persik baru bisa memenuhi batas nilai minimal untuk bisa lolos ke Liga Super.
Ketika disinggung mengenai batasan angka nilai minimal tersebut, Darwis enggan mengakuinya. Bahkan ketika disebut angka 6, Darwis hanya menjawabnya dengan nada bergurau.
"Kalau di sekolah angka minimal nilai itu berapa, tentu Anda sudah mengetahuinya. Silakan menafsirkan sendiri," tukasnya.
Beberapa poin yang dianggap Darwis sebagai titik lemah Persik dalam verifikasi tersebut adalah lampu yang belum memenihi standar BLI, yaitu 1200 watt. Selain itu fasilitas tribun VIP juga dianggap kurang representatif.
Untuk poin penilaian lain, seperti badan hukum, aspek sporting, manajemen, hingga sumber dana, Persik dianggap telah memiliki itikad baik dan sungguh-sungguh untuk bisa memenuhinya.
Meski demikian, Darwis mengaku masih ada kesempatan untuk manajemen Persik untuk bisa menambah torehan nilai minimal tersebut. Diakuinya, BLI memberikan kepada semua klub yang diverifikasi untuk melakukan perbaikan dengan menyerahkan dokumen terkait penilaian hingga tanggal 3 Mei 2008.
Deadline tersebut ditetapkan, sebelum dilakukannya rapat pleno BLI untuk menentukan hasil verifikasi yang akan digelar tanggal 5 Mei.
"Jika sekarang semisal mendapatkan nilai 6, maka jika dapat memenuhi dokumen sebelum tanggal 3 Mei, mungkin akan bisa naik lagi nilainya. Kami bersifat fleksibel dan masih memberikan kesempatan setiap klub untuk melakukan perbaikan," ujar Darwis Satmoko.
Darwis juga mengemukakan, jika hasil penilaian terhadap Persik Kediri juga terjadi di setiap klub. Oleh karena hal tersebut, BLI masih memberikan kesempatan kepada setiap klub untuk melakukan perbaikan.
Secara terpisah, Barnardi mengaku sedikit terkejut dengan hasil verifikasi tersebut. Namun dia berjanji manajemen akan memanfaatkan kesempatan yang diberikan untuk melakukan perbaikan.
"Jelas kita sangat berterima kasih atas penilaian ini. Kami akan pergunakan kesempatan perbaikan ini dengan sangat baik, agar Persik lolos ke Liga Super," kata Barnardi.
(a2s/din)











































