Seperti diketahui, pada 6 Maret lalu AFC melalui sekjennya, Dato Paul Mony, melayangkan surat kepada Sekjen PSSI Nugraha Besoes yang berisi instruksi untuk menyegerakan perubahan PD organisasi selambat-lambatnya 4 Mei, sebelum menggelar pemilihan ulang tiga bulan kemudian.
Tentang deadline yang telah berlalu itu, anggota Executive Committee (Exco) PSSI Mafirion mengatakan bahwa pihaknya telah memenuhi permintaan AFC tersebut. Tapi ia belum tahu apa yang akan terjadi kemudian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika untuk kesekian kalinya ditanyakan kemungkinan PSSI dibekukan, ia juga tetap bersikeras bahwa hal tersebut tidak akan terjadi. Menurutnya, tidak ada alasan bagi FIFA membekukan organisasi tertinggi sepakbola Indonesia tersebut.
"FIFA nggak bisa menentukan. Pedoman Dasar 'kan sudah kita serahkan. Jadi barangnya sudah tidak ada, karena sudah di sana," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu draft perubahan dalam Pedoman Dasar yang dikirimkan PSSI adalah seputar jumlah hak suara anggota dan definisi kriminal, terkait status Ketua Umum Nurdin Halid sebagai terpidana kasus korupsi.
PSSI mengajukan 115 suara yang berasal dari perwakilan Liga Super (18), Divisi Utama (17), Divisi I (16), Divisi II (15), Divisi III (15), Asosiasi Sepakbola (5), dan Pengurus Daerah (33).
"Yang jelas kita sudah menyerahkan draft sebelum 4 Mei. Kalau kalian mau tanya, ya sama AFC saja," pungkas Mafirion.
(a2s/arp)










































