Spekulasi ini beredar lantaran Jatim yang sudah unggul 2-0 menarik striker Dede Hogo keluar lapangan. Terlebih setelah itu, kubu Jatim terkesan bermain tidak serius dengan memainkan bola seperti saat latihan.
Padahal sebelumnya tim yang didukung oleh ratusan bonek ini bermain sangat agresif dan banyak melakukan serangan. Jika mereka terus menampilkan permainan seperti itu, bukan tidak mungkin Jatim bisa mencetak gol lebih banyak lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak ada komitmen apapun dengan DKI tentang pertandingan ini. Kalau memang benar ada kita nggak akan main ngotot dari awal. No elephant football," terang pelatih tim Jatim, Aji Santoso, dalam konferensi pers Sabtu (12/7).
Mantan pemain nasional ini juga mengemukakan alasan ditariknya striker Dede tak lain karena ingin menghemat tenaga untuk laga semifinal selain juga untuk mencegah agar para pemainnya tidak mengalami cedera.
Senada dengan Aji, bantahan juga dilontarkan Miftahudin, asisten pelatih DKI Jakarta. Dirinya dengan tegas menyatakan bahwa politik sepakbola gajah tidak ada.
"Anak-anak main fight, nggak ada itu (main mata)," tukasnya.
Berlansung di Stadion Sempaja, Samarinda, dua gol Jatim dilesakkan oleh Dede Hogo pada injury time babak pertama dan menit ke 57. Dengan hasil ini, kedua tim dipastikan lolos ke semifinal. Jatim menjuarai Grup E dan DKI Jakarta tampil sebagai runner up.
(arp/krs)











































