PSIS dan PKT sebenarnya tak lolos kualifikasi BLI untuk berlaga di Indonesia Super League musim ini. Kalau keduanya kemudian berada di antara 16 tim lainnya itu karena status mereka sebagai pengganti Persmin Minahasa dan Persiter Ternante.
Bertanding di depan pendukungnya sendiri PSIS gagal menunjukkan performa terbaiknya. Peluang pertama memang berhasil mereka ciptakan meski kemudian digagalkan kiper Herman Batak, namun setelah itu mereka lebih banyak dalam posisi tertekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuh menit sebelum turun minum fans PSIS nyaris berteriak kegirangan saat tendangan spekulasi Idrus Gunawan dari jarak jauh ditepis dengan susah payah oleh Herman Batak. Hingga turun minum, belum ada satupun gol tercipta.
Di awal babak kedua, penampilan tuan rumah sedikit membaik dengan mampu menguasai jalannya pertandingan. Namun itu tak bertahan lama karena PKT kemudian mampu menemukan kembali ritmenya dan memuali gelombang serangan.
Lebih banyak ditekan, PSIS justru unggul lebih dulu di menit 62. Tandukan Salomon Bengondo yang mengarah ke sudut kanan atas gawang usai menerima umpan silang dari sisi kiri tak kuasa dihalau Herman Batak.
Dalam posisi tertinggal, PKT langsung meningkatkan daya gedornya. Setelah peluang yang didapat Iswanto gagal membuahkan hasil, gol penyama datang di menit 74. Memenangi duel perebutan bola dengan Idrus, sontekan Imral Usman dari jarak dekat tak mampu dihalau kiper Murod.
Di sisa waktu pertandingan kedua kesebelasan masih menciptakan beberapa peluang. Namun hingga wasit meniupkan peluit panjang, tak ada satupun gol tambahan tercipta. (din/din)










































