Hari Minggu (27/7/2008) lusa Arema dijadwalkan menjamu Pelita Jaya Purwakarta. Mereka akan bertanding di depan suporter fanatiknya, tapi tanpa embel-embel klub, sebagaimana merupakan sanksi atas kerusuhan yang terjadi di akhir kompetisi musim lalu.
Demi kelancaran pertandingan, Panpel Arema menerjunkan 1.024 personel dari unsur TNI, Polri serta Pam swakarsa di Stadion Kanjuruhan Minggu sore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Panpel Arema juga mempersiapkan door prize bagi Aremania paling kreatif dalam mendukung tim kesayangannya.
Dalam laga kandang pertama ini Panpel Arema mencetak 30.700 tiket. Kelas VIP dijual dengan harga Rp 40 ribu, sedangkan kelas ekonomi Rp 20 ribu.
Selain itu, Panpel bersama managemen Arema akan mensosialisasikan peraturan baru ISL 2008 kepada Aremania agar tidak terjadi kembali sanksi oleh komisi disiplin Badan Liga Indonesia (BLI).
"Kemarin ada 122 peraturan atau undang-undang, kini menjadi 150 peraturan baru dari BLI yang harus disosialisasikan, " tegas M. Taufan.
Sosialisasi ini akan berbarengan dengan undangan PS Arema dan Panpel Arema menghadirkan komdis PSSI untuk mengetahui secara jelas aturan yang memberlakukan larangan atribut Aremania dalam laga resmi PSSI selama dua tahun.
Sementara itu Pelatih Arema Bambang Nurdiasnyah mengatakan pihaknya akan memanfaatkan penuh laga kandang untuk meraih poin.
"Sejak awal di laga home kita harus menang, " tegasnya saat dihubungi detiksurabaya.com via telepon. Arema dalam dua laga awalnya berhasil memetik angka penuh, setelah menang atas Persijap dan Persita.
Pada pertandingan lusa Bambang takkan menurunkan Suroso dan kapten Alexander Pulalo karena keduanya masih menjalani terapi cedera. Namun Arema juga telah menarik kembali dua pemain yang ikut memperkuat tim sepakbola Jawa Timur dalam PON di Kalimantan Timur pekan lalu. Dua pemain itu adalah Beny Wahyudi dan Wahyu Gunawan. (a2s/key)











































