Dua kali gagal melakoni laga kandang sepertinya membuat manajemen Persija gerah. Meski mengaku telah melakukan berbagai upaya penyelesaian masalah, namun tetap saja ijin menjalani pertandingan belum mereka dapatkan. Akibatnya, mereka harus mencari home base baru dari yang semula stadion Utama Gelora Bung Karno.
"BLI mengultimatum kita supaya tanggal delapan Agustus, Persija sudah memiliki kepastian soal solusi homebase," terang Bambang Cipto selaku Direktur Umum PT Persija saat ditemui detiksport, Senin (04/08/2008) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan Solo adalah alternatif kita. Itupun dengan konsekuensi yang tinggi," imbuhnya.
Meski begitu, Bambang mengakui digunakannya Solo, yang dalam hal ini Stadion Manahan, sebagai tempat bertanding alternatif, belumlah keputusan final. Ini lantaran pihaknya masih harus menunggu keputusan rapat besar Manajemen Persija.
"Setelah keputusan iya atau tidak (perijinan, dengan batas akhir delapan Agustus), kita bakal langsung mengadakan pertemuan dengan seluruh manajemen Persija dan jajaran Pemda," tukasnya.
Jika memang benar Persija hijrah ke Solo, maka stadion Manahan akan menjadi venue kandang dari lima tim. Selain Persija, empat tim lainnya adalah Persita Tangerang, Persitara Jakarta Utara, PSMS Medan dan Persis Solo (Divisi Utama).
(ian/key)











































