Persib dilaporkan oleh BLI karena Panitia Pelaksana gagal menyelenggarakan laga yang sedianya dilaksanakan pada 11 Agustus lalu melawan Arema Malang. Pertandingan ini urung dilaksanakan terkait tidak didapatnya ijin pertandingan dari kepolisian setempat.
Akibatnya Arema Malang yang sudah melakukan berbagai persiapan pun harus kecewa. Padahal BLI sudah menunjuk Stadion Manahan Solo sebagai pengganti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum bisa diputuskannya soal kelalaian panpel ini dianggap komdis sebagai kasus baru dalam dunia sepakbola Indonesia. Maklum saja permasalahan yang seringkali dihadapi Komdis biasanya berupa pelanggaran administratif seperti jumlah kartu kuning yang melebihi batas empat sampai dengan yang bersifat non teknis seperti tindak kekerasan dan pelecehan.
"Ini case baru buat kita, dimana Panpel yang lalai melakukan tugasnya," singkat Hinca.
Putusan Lain Dalam ISL
Tak hanya menyoal Persib, namun beberapa kasus juga telah diputuskan oleh Komdis hari ini. Bertempat di Kantor PSSI, Hinca yang ditemani Joko Driyono mengungkapkan salah satu di antaranya.
Persib saat melawan Persik Kediri, Selasa (05/08/2008). Saat itu banyak kartu dikeluarkan oleh wasit yang memimpin pertandingan yakni enam kartu kuning untuk Persib dan tiga kartu kuning untuk serta satu kartu merah untuk Persik.
"Persib 20 juta, Persik kita kenakan 30 juta karena pemain mereka sudah sering mendapat ini (kartu). Lagi pula jumlah ini bisa saja berubah karena denda yang ditetapkan didasarkan pada tensi pertandingan bukan semata-mata pada jumlah kartu kuning,β tandasnya. (lin/din)











































