Seperti mendapat durian runtuh, pengelola PSM menyambut gembira keputusan pelatih asal negeri jiran Malaysia itu untuk melatih di tanah Anging Mammiri.
Manajer Islah Idrus merasa bersyukur di saat merindukan suasana baru di timnya. Pengurus PSM pun bersepakat memulangkan Radoy Minkovski ke kampung halamannya di Bulgaria. Salah satu pertimbangan Islah, yang diungkap dalam Jumpa Pers di Dunkin Donuts Makassar hari Senin (25/8/2008) petang, adalah budaya melatih Radoy yang sangat khas Eropa Timur dinilai terlalu keras dan cenderung memosisikan pemain seperti robot. Efeknya, menurut Islah, banyak pemain PSM merasa tidak nyaman dan tertekan selama diasuh Radoy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hitung-hitungan Radoy kadang-kadang seperti Matematika saja, padahal ini sepakbola yang hasilnya serba memungkinkan," ujar Islah.
Radoy sendiri tidak hadir dalam jumpa pers itu. Hanya Raja Isa ditemani beberapa pengurus PSM. Menurut Asisten Manajer bidang Hukum, Faisal Abdullah, yang juga turut hadir menemani Raja Isa, konsekuensi hukum dengan Radoy yang terlanjut terikat kontrak dengan PSM tidak menjadi penghalang. Radoy di mata Faisal adalah sosok yang koperatif dan profesional.
"Secara lisan sudah oke, meskipun belum ada penandatanganan MoU," ujar dia.
Sementara itu, insiden 15 Agustus di Stadion Mandala boleh jadi pemicu hengkangnya Raja Isa dari Persipura. Saat bertanding melawan Persija Jepara, ketika skuad asuhannya dalam posisi tertinggal 0-1, Raja dipukuli oleh seorang ofisial timnya sendiri.
Oknum itu memukul Raja setelah sebelumnya sang pelatih dimarahi ketua umum Persipura yang juga walikota Jayapura, Drs. MR Kambu, Msi, tak lama setelah gawang tuan rumah kebobolan. Di penghujung pertandingan Persipura berhasil terhindar dari kekalahan --skor akhir 1-1. Para suporter marah dengan perlakukan terhadap Raja dan melempari kubu ofisial timnya sendiri.
Pelatih berusia 42 tahun ini tak perlu waktu yang lama untuk mempertimbangkan pinangan pengurus PSM. Setelah ditelepon oleh Islah Idrus hari Minggu kemarin, Raja bersedia menggantikan Radoy.
Melatih PSM menurut Raja adalah salah impiannya setelah hijrah dari Selangor, Malaysia. Raja juga berencanamemaksimalkan karakter pemain muda "Pasukan Ramang". Ia berharap teorinya bisa dipraktekkan dengan baik di lapangan oleh pemain. Raja pun sudah memutuskan memilih asisten pelatih yang baru yakni Hanafi dan Tony Wo.
"Tugas saya di PSM hanya memperbaiki sistem yang sudah ada," pungkas dia.
(mna/a2s)











































