Ya, gelandang yang baru saja berpindah klub ke Manchester City itu memang sudah lama terlibat dengan proyek kemanusiaan di Gutemala. Ia bekerjasama dengan Education for the Children Foundation (EFTC), sebuah yayasan asal Inggris yang memiliki proyek memberikan pendidikan bagi anak-anak Guatemala.
Selama 36 tahun, hingga tahun 1996, Guatemala merupakan negara yang didera perang saudara. Imbasnya sebanyak 250.000 orang hilang atau terbunuh. Sementara anak-anak yang kehilangan orang tuanya hidup dalam keputusasaan. Mereka lebih memilih untuk meninggalkan bangku sekolah dan mencari jalan sendiri-sendiri untuk hidup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hernandez kini berusia 24 tahun dan kini tengah tinggal di Inggris untuk menyelesaikan masa studinya sebelum akhirnya menjadi seorang pengacara dan kembali ke negeri asalnya. "Saya sangat bahagia bisa berada di sini. Saya pikir Shaun adalah orang yang baik. Ia banyak membantu anak-anak dari Guatemala," tukas Hernandez.
Keadaan tersebut mengusik nurani SWP. Ia mengetahui keadaan di sana setelah salah satu kaosnya dilelang untuk tujuan sosial di sana. "Ketika saya menyaksikan DVD-nya, saya ingin pergi ke sana dan membantu apapun yang bisa saya lakukan," ujarnya seperti dilansir Reuters.
"Saya akan terus terlibat sepanjang hidup saya. Senyum di setiap wajah anak-anaknya membuat saya ingin terus kembali ke sana. Ini merupakan negeri yang indah dan saya akan kembali lagi ke sana," tandasnya.
Ucapan SWP itu terbukti dengan kegiatan yang ia lakukan di sana. Beberapa penduduk setempat yang pernah melihatnya beraktivitas sosial dibuat terkagum-kagum. Selain memberikan sumbangan bagi pendidikan, ia juga turut serta dalam pembangunan rumah untuk penduduk, dan berbagi tips bermain sepakbola kepada anak-anak.
"Shaun sangat hebat. Ia berani membuat tangannya kotor hanya untuk mengangkut semen ke atas bukit (untuk membantu membangun sebuah rumah)," ujar David McKee, pendiri EFTC.
"Baginya, itu adalah hal terberat yang pernah ia lakukan dan membuat latihan pra-musim menjadi tampak lebih mudah. Ketika ia datang, seluruh negeri seperti berhenti. Kehadirannya merupakan kejutan luar biasa bagi anak-anak," imbuh McKee.
Apa yang dikatakan McKee diamini oleh Patty Castillo, kepala sekolah dari Escuela Proyecto La Esperanz. "Ketika ia datang ia memotivasi seluruh anak. Bantuan yang ia berikan sangatlah penting. Anak-anak langsung menyukainya ketika ia berbagi ilmu sepakbolanya kepada mereka."
SWP pun mengimbau bahwa di luar sana masih banyak orang yang bisa berbuat untuk membantu mereka yang membutuhkan. Masalahnya, banyak orang kurang sadar dengan masalah-masalah kemanusiaan seperti ini. "Saya tahu banyak pemain di luar sana yang bisa membantu dengan kemampuan terbaik mereka untuk beramal. Orang-orang hanya kurang sadar mengenai masalah-masalah seperti ini."
Foto: Wright-Phillips bersama anak-anak Guatemala dalam kunjungannya pada Juni 2007. (Reuters)
(roz/a2s)











































