Keegan mundur dari jabatannya sebagai pelatih Newcastle pada 4 September 2008 karena tak puas dengan kebijakan transfer dan besarnya campur tangan manajemen. Peristiwa tersebut menuai protes dari pendukung The Magpies yang merasa telah kehilangan pahlawan mereka.
Fans menuduh ketidakbecusan manajemen sebagai biang keladi dari keluarnya pelatih 57 tahun itu. Mereka menjadikan pemilik Newcastle Mike Ashley dan Direktur Eksekutif Dennis Wise sebagai sasaran kemarahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya akan menjual klub ini. Saya harap fans bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan dan sang pemilik selanjutnya bisa menyediakan uang sejumlah yang diinginkan fans," ungkap Ashley seperti dilansir situs resmi klub tersebut dan dikutip Yahoosport.
Dalam pernyataannya tertulisnya yang cukup panjang, Ashley juga menyayangkan tindakan fans yang terus menyerangnya. Padahal menurutnya kalau selama ini sudah banyak hal dia berikan buat The Magpies, termasuk soal pengeluaran besar untuk membayar gaji pemain yang ternyata menjadi salah satu jumlah gaji terbesar kelima di Premier League.
"Saya telah menyokong klub dengan uang. Anda bisa melihat itu dari fakta bahwa Newcastle menempati posisi kelima sebagai klub dengan jumlah gaji terbesar. Saya punya rencana dan strategi yang berbeda untuk Newcastle. Arsenal adalah contoh yang tepat sebuah bisnis yang tepat, (tapi) itu butuh waktu," curhat Ashley.
"Jika saya tak bisa menjual klub pada mereka mereka yang bisa memberikan kepastian pada fans atas apa yang mereka inginkan maka saya akan tetap bertahan untuk memastikan Newcastle dijalankan dengan bisnis dan manajemen sepakbola yag tepat. Saya terlalu sayang dengan klub ini untuk bisa meninggalkannya," pungkas Ashley. (lin/din)











































