Sudah empat laga Premiership berjalan, Spurs masih saja terantuk di satu angka. Ini merupakan awal terburuk "Lilywhites" di ajang Liga Primer sejak 34 tahun.
Dari analisa Poyet, hal ini adalah imbas dari proses transfer Berbatov ke MU yang panjang berpolemik. Pemain Bulgaria tersebut memang sudah lama dispekulasikan tak betah lagi di Spurs dan pada prosesnya malah menyiratkan keinginan kuat untuk pindah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kemudian keinginan Berbatov pindah ke MU terwujud di hari terakhir transfer, Spurs yang ditinggalkan sudah kadung dalam kondisi moril morat-marit.
Maka tak heran kalau Poyet tidak ragu menunjuk proses kepindahan Berbatov itu jadi pengganggu Spurs dalam memeragakan bentuk terbaik permainannya di awal musim ini. "Pasti," serunya seperti dikutip Daily Mail.
"Sangatlah sulit saat Anda harus menunggu dan menunggu sampai hari terakhir. Kami tahu dia takkan ada lagi di sini. Dia sudah tak bahagia dan sulit bekerja dengannya karena kami tahu dia akan pergi. Dia tak bisa menetapkan pilihannya dan tak bisa jadi starter di dua laga awal," demikian Poyet.
Tentu saja jika begitu adanya, Spurs harus bisa segera bangkit. Toh Berbatov juga sudah jadi milik tim lain.
Lagipula, bukankah performa cuma bersifat sementara, dan kelaslah yang sifatnya permanen. Form Spurs boleh jadi sedang buruk, tapi kalau memang tim berkelas maka mereka pasti akan segera bangkit dari keterpurukan. Bisa, Spurs?
(krs/a2s)











































