"Tak ada yang berbeda, ini hanya satu pertandingan yang lain saja," ungkapnya seperti dikutip Reuters, Sabtu (20/9/2008).
Memang tak sedikit yang menilai duel kedua tim di era terbuka ini sebagai bigmatch. Mulai dari kalangan media, pengamat sepakbola hingga fans awam sekalipun berpendapat demikian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara MU, kelas mereka sebagai salah satu tim terbaik dunia tak terbantahkan lagi. Lemari tropi mereka pun penuh sesak dengan berbagai piala, termasuk tropi Liga Premier Inggris.
Karena itulah, ketika dua tim itu beradu dalam satu kesempatan, label bigmatch pun disematkan. Mulai dari data dan fakta pertemuan kedua tim itu ditampilkan hampir semua media, seakan menggambarkan level duel kedua tim.
Namun bagi Scolari tidak demikian. "Tantangan yang ada ketika saya datang ke Inggris itu adalah memenangi kompetisi, bukan hanya pada satu partai saja."
"Saya rasa semua pemain saya juga beranggapan demikian. Tiga poin dari MU sama halnya meraih tiga poin dari Stoke City, Wigan, atau Portsmouth. Tak ada yang berbeda," tegas pelatih asal Brasil yang baru menjalani musim pertamanya di Premiership itu.
Karena itu pula Scolari berpendapat target timnya sama seperti laga-laga sebelumnya, yaitu mengamankan tiga angka penuh. Tujuannya, agar bisa mempertahankan posisi puncak.
"Jika kami menang, kami akan mengikuti Liverpool di posisi puncak. Akan lebih baik bila kami berada sembilan poin lebih baik dari MU, tapi semua ini kan baru awal musim. Selisih angka segitu akan fantastis bila laga tersisa tiga atau empat pekan lagi, tapi masih ada 33 laga lagi yang harus dilewati, jadi keunggulan sembilan angka bukan apa-apa," pungkasnya.
(ian/ian)











































