sepakbola

Menyerah, Ramos?

Terpopuler Jadwal Pertandingan Klasemen Liga Hasil Pertandingan Man of The Match Gila Bola Foto Video

Menyerah, Ramos?


- detikSepakbola

London - Jika tak kunjung menang dalam lima pertandingan pertama di Liga Inggris, dan Tottenham Hotspur menunggui dasar klasemen sementara, maka sosok yang paling disorot pastilah Juande Ramos.

Adalah wajar apabila manajer asal Spanyol itu dipertanyakan terkait fakta bahwa Spurs mengecap statistik terburuk dalam 34 tahun terakhir, yakni hanya meraih dua poin dari lima pertandingan pertamanya di liga -- dan nihil kemenangan.

Momentum mengalahkan Wisla Krakow di Piala UEFA hari Kamis lalu ternyata tidak berlanjut di Premiership. Menghadapi tim medioker Wigan Athletic di kandang sendiri, Minggu (21/9/2008), Ledley King dkk ditahan imbang tanpa gol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seharusnya ini jadi pertandingan penting buat kami. Tapi kami tidak bisa menciptakan banyak peluang. Tidak ada pembelaan buat kami," keluh asisten manajer Gustavo Poyet tentang penampilan terakhir pasukannya.

Menghabiskan lebih dari 50 juta poundsterling untuk membeli beberapa pemain baru di musim ini, Ramos belum berhasil menumbuhkan optimisme fansnya bahwa mereka akan mengusik dominasi The Big Four.

Usai kekalahan tersebut langsung beredar isu bahwa Ramos berpikir untuk mengibarkan bendera putih alias ingin mengundurkan diri. Ia dikabarkan ingin meninggalkan White Hart Lane sebagai bentuk pertanggungjawaban dan kembali ke kampung halamannya.

"Tidak benar saya ingin pulang ke Spanyol," sangkal mantan pelatih Sevilla itu. "Saya sangat senang di London dan Spurs. Saya sedang merajut pengalaman yang menakjubkan."

Tentang performa tim besutannya, pria yang mulai lancar berbahasa Inggris itu mengakui rencana-rencananya belum berjalan. Namun ia berharap fans mau bersabar lebih lama.

"Kami butuh waktu. Beberapa pemain baru datang menjelang penutupan bursa transfer. Juga ada banyak perubahan besar di sini," tukasnya seperti dikutip dari BBC.

"Wajar kalau di akhir pertandingan penonton memberi reaksi (tak puas). Tapi saya tidak berpikir hal tersebut bersifat personel. Kami tetap harus bekerja keras bersama-sama dan mengubah situasi ini. Tapi saat ini para pemain memang mendapat sebuah tekanan besar," imbuhnya.


(a2s/key)











Hide Ads