Pada lakon debutnya minggu lalu, kiprah Robinho tertutup oleh kekalahan The Citizens atas Chelsea. Meski demikian ia tetap mencuri perhatian karena langsung mencetak gol.
Gol "panjar" itu dibuat pemain berusia 24 tahun tersebut lewat tendangan bebas melengkung yang menawan, sekaligus mengawali total empat gol yang lahir pada laga tersebut. Namun, pencapaian itu seakan "sia-sia" karena akhirnya City kalah 1-3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bermain padu dengan dua rekan Brasil-nya, Elano dan Jo, Robinho tampil sebagai inspirator permainan timnya melawan Portsmouth. Sentuhannya, kecepatan, visi dan finishing Robinho mengudang decak kagum penonton.
Ia merancang lahirnya gol pertama yang dicetak Jo di menit 13. Lalu, di menit 57 ia mengukir gol keduanya buat City, dengan merampungkan kerja sama Steven Ireland dan Jo.
Di menit 78 Robinho kembali membuka jalan pada proses gol kelima yang ditorehkan Ched Evans. Ia memperdaya bek lawan, lalu menyodorkan umpan kepada Shaun Wright-Phillips yang kemudian meneruskan dengan tumitnya kepada Evans.
Tak heran jika di akhir pertandingan Robinho terpilih sebagai man of the match. Adapun City, yang unggul telak 6-0, memetik kemenangan terbesarnya dalam sejarah mereka di Premier League.
"Robinho akan segera merenggut headline di koran-koran," puji Manajer Mark Hughes. "Dia tak cuma hebat secara teknis, tapi juga punya etos kerja yang luar biasa, serta tahu harus bagaimana untuk mempengaruhi sebuah permainan."
(a2s/krs)
