ADVERTISEMENT

Sepakbola Inggris Berutang Rp 50 T

- Sepakbola
Rabu, 08 Okt 2008 03:09 WIB
London - Sebuah fakta mengejutkan diungkapkan Ketua FA Inggris David Triesman. Menurut Triesman, sepakbola Inggris di semua level menanggung utang sebesar 3 miliar poundsterling atau Rp 50,8 triliun.

Hal tersebut diutarakan oleh Triesman dalam konferensi yang diikuti oleh para pemimpin bisnis di bidang sepakbola di Stamford Bridge, London, Selasa (7/10/2008).

Triesman mendapatkan data tersebut dari sebuah sumber di kota London dan seperti yang ia klaim, data tersebut adalah informasi yang paling bisa dipercaya dan terbaru yang tersedia saat ini.

"Perkiraan terbaik yang bisa saya dapatkan di London kemarin adalah keseluruhan utang di sepakbola Inggris mungkin telah mendekati angka 3 miliar poundsterling," ujar Triesman sebagaimana diwartakan Reuters.

"Satu hal yang pasti dari utang itu adalah bahwa utang harus dibayar. Alternatifnya, dilakukan refinance," jelas Triesman.

Nilai utang yang segunung itu membuat Triesman khawatir. Ia meyakini bahwa utang itu tersebar ke banyak kreditor di seluruh dunia. Karenanya, sebuah klub dipunyai oleh banyak pihak di seluruh dunia, baik itu berupa institusi finansial maupun perorangan.

Masalahnya, beberapa institusi tersebut tidak berada dalam kondisi sehat. Sementara, klub lainnya dimiliki oleh pemilik yang sangat kaya namun tak terikat untuk terus berada di klub tersebut atau malah dimiliki oleh orang yang tidak terlalu kaya dan juga tidak terikat.

"Seperti semua dari kita tahu, dan ini sangatlah menyakitkan, institusi-institusi finansial itu sekarang lebih menghindari risiko," terangnya.

Figur menakutkan tentang utang itu belum berhenti. Sekitar sepertiga dari keseluruhan utang (atau sekitar 950 juta pounds alias Rp 16 triliun) itu adalah beban dari empat klub teratas: Manchester United, Arsenal, Liverpool dan Chelsea.

Terkait dengan krisis finansial yang melanda dunia hari-hari ini, Triesman mengaku tidak bisa memperkirakan apakah sebuah klub top Inggris akan tersungkur karena utangnya atau tidak.

"Jika seseorang mengatakan kepada saya sebulan lalu apakah saya memiliki ketakutan bahwa Lehman Brothers akan bankrut, saya akan bilang tidak (punya ketakutan," tandas Triesman.

(arp/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT