Dalam laporan yang dirilis Bloomberg, seperti diberitakan Guardian, Abramovich yang merupakan orang ketiga terkaya di Rusia menderita kerugian sebesar US$ 20,3 miliar. Jika dirupiahkan itu akan mencapai jumlah 198,2 triliun.
Angka sebesar itu muncul menyusul kerugian besar yang dialami dua perusahaan pertambangan milik Abramovich yakni Evraz dan Highland Gold. Pendudukan Rusia terhadap Georgia beberapa waktu lalu juga memberi cukup banyak pengaruh karena investor kemudian enggan menanamkan modalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah tersebut (yang termuat di survey Bloomberg) tak berdasar. Itu dibuat dengan asal-asalan, seperti yang juga dibuat Forbes," demikian pernyataan jurubicara Abramovich, John Mann.
Pihak Abramovich bisa saja menyangkal laporan tersebut. Namun faktanya sejak Bulan Mei lalu bursa saham Rusia sudah merosot 62%, kondisi yang tentunya sangat mempengaruhi kondisi perekonomian negara tersebut.
Juga membantah mengalami kerugian dan menyangkal tuduhan bakal melepas kepemilikian klub adalah pemegang saham mayoritas Arsenal, Alisher Usmanov. Kerugian yang telah diderita pengusaha kayu dan pertambangan itu ditaksir bernilai Rp 114.2 triliun.
"Saat seorang pria menyintai wanita, dia tak bisa menjual cinta itu. Saya jatuh cinta dengan Arsenal. Saya tak berniat menjual (saham)," tegas Usmanov.
(din/key)











































