Tottenham Hotspur sedang mengalami situasi yang buruk itu. Statistik mereka bahkan yang terburuk dalam sejarah keikutsertaan mereka di Liga Inggris.
Dengan besarnya pengeluaran untuk belanja pemain, kalau mau, takkan jadi kejutan jika direksi klub mengalamatkan semua kesalahan pada Juande Ramos. Singkat kata, karena mereka berkuasa untuk itu, mereka bisa saja mulai memanaskan kursi pelatih asal Spanyol itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ramos, yang dibawa ke White Hart Hart persis satu tahun lalu dari Sevilla, bersikeras pada posisinya sekarang. Kekalahan keenam dari tim promosi Stoke City tadi malam, Minggu (19/10/2008), menambah buruk moral tim, tapi dia pun bertekad bertahan.
Dengan reputasi yang dimiliki, mungkin saja direksi Spurs merasa sayang untuk mendepak Ramos secepat ini. Orang ini bagus, mungkin masih ada harapan membaik. Apalagi musim lalu dia berjasa memberi tropi pertama buat klub dalam sembilan tahun terakhir. Mungkin begitu dasar pertimbangannya.
Kolega Ramos dari Stoke City, Tony Pulis, memberi sebuah perspektif dari sudut pandang mereka sebagai manajer. Ia secara terang-terangan berharap petinggi Spurs tidak memecat Ramos, walaupun kenyataannya tim ini sedang bermasalah.
"Inilah saatnya direksi memperlihatkan karakternya dan mendukung Juande. Kita semua tahu, hasil-hasil adalah penting. Dan jika jalannya tak mulus, Anda pasti akan di bawah tekanan," ujarnya setelah timnya menekuk Spurs.
"Setiap manajer bisa melewati masa-masa seperti ini. Saya pernah mengalaminya. Dan di masa seperti ini, Anda butuh dikuatkan," sambungnya. "... Saya yakin Spurs takkan terus di dasar klasemen karena mereka punya banyak pemain bagus."
Ide lain muncul dari mantan pemain Jamie Redknapp. Gelandang yang dibesarkan Liverpool itu justru mempertanyakan hasil kerja direktur sport Damien Comolli.
"Memecat Ramos takkan membantu siapapun. Anda harus melihatnya dari atas sampai ke bawah. Tengoklah direktur sepakbola. Yang ada adalah orang-orang menyoroti manajer. Harusnya disortir pula dari atas," tutur Redknapp seperti dikutip The Sun.
Ramos, yang digaji lima juta poundsterling per tahun sampai 2011, menghadapi agenda yang semakin menguji ketahanannya. Setelah menghadapi Udinese di Piala UEFA minggu ini, berikutnya Spurs akan bertemu Bolton, Manchester City, Arsenal, dan Liverpool.
"Saya pikir tim ini sudah bermain benar saat ini. Sulit menjelaskan kenapa hasilnya bisa begini. Kadang-kadang sepakbola memang mustahil untuk dijelaskan," ujarnya.
(a2s/arp)











































