Seperti diberitakan sebelumnya, penyerang Chelsea asal Pantai Gading itu rupanya kesal atas kartu merah yang didapatnya pada final Liga Champions musim lalu. Drogba dikeluarkan wasit karena menampar pelan wajah Vidic ketika laga perpanjangan waktu hanya tinggal tersisa tiga menit.
Ia pun lantas menuangkan uneg-unegnya di buku otobiografinya. Di dalam buku itu Drogba menulis bahwa dirinya berharap saat itu benar-benar memukul Vidic saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FA pun langsung mengambil tindakan. Mereka berniat menyelidiki komentar Drogba tersebut dan bukan tak mungkin akan menjatuhkan sanksi kepadanya.
Tetapi, Drogba akhirnya bisa bernafas lega. Seperti diberitakan oleh Sportinglife, FA akhirnya memutuskan untuk tak mengambil tindakan apapun sehingga penyerang berusia 30 tahun itu bebas dari sanksi.
Hal serupa sebenarnya pernah terjadi pada Roy Keane tahun 2002. Ketika itu dalam buku otobiografinya ia mengaku sengaja mencederai Alf Inge Haaland dalam sebuah pertandingan. FA kemudian mendenda Keane sebesar 150.000 poundsterling (sekitar Rp 2,5 miliar) dan larangan bermain sebanyak lima pertandingan.
(roz/krs)










































