Direkrut di akhir Oktober 2007, Ramos dengan cepat mengatrol lagi posisi Spurs yang saat itu dekat di zona degradasi. Bahkan, hanya dalam tiga bulan ia membawa klub London utara itu ke babak final Piala Liga Inggris.
Maka ketika Jonathan Woodgate dkk berhasil menaklukkan Chelsea di final dan merebut Piala Carling, keputusan direksi mempekerjakan seorang Ramos benar-benar tepat sasaran. Walapun di akhir musim The Lilywhites hanya finish di urutan ke-11 Premiership, tapi laki-laki Spanyol itu dianggap telah sukses. Paling tidak, ada trofi lagi yang masuk lemari gelar Spurs setelah kosong selama sembilan tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ramos mengakui dirinya menerima keputusan tersebut. Pada akhirnya ia memang tak punya dalih lebih kuat untuk meyakinkan klub, ketika kemenangan dicari tapi kekalahan yang datang. Dicurinya poin mereka dari Udinese di Piala UEFA, Kamis (24/10/2008), menyebabkan pemecatan menghampirinya.
Dengan alasan hukum Ramos disarankan tidak membicarakan pemecatannya kepada publik sebelum urusan tersebut benar-benar selesai. Selain akan mengantongi pesangon tujuh juta poundsterling, sebenarnya mantan pelatih Sevilla itu dikabarkan menerima keputusan Spurs.
Meski begitu, diyakini adalah beberapa hal yang membuat Ramos belum “ikhlas” sepenuhnya. Pertama, konon ia merasa ditelikung oleh sedikitnya tiga bintang Spurs yang sedang menurun performanya. Sumber The Sun mensinyalir, pemain yang dimaksud “mengadukan” situasi dressing room, yang kemudian mempercepat pemecatan Ramos.
"Dari semua kesalahan yang ada, dia menerima bahwa dirinya bertanggung jawab. Tapi dia pun berharap beberapa pemain juga disalahkan," demikian ujar sumber tersebut.
Hal lain adalah Ramos tidak puas pada kebijakan transfer klub. Seperti yang dirasakan Kevin Keegan (Newcastle United) dan Alan Curbishley (West Ham) belum lama ini, semakin nyata bahwa banyak manajer di Inggris tak punya otoritas besar dalam menentukan transfer pemain.
Di Spurs, kendali itu ada di tangan Damien Comolli. Ramos kabarnya mengincar tiga pemain yakni kiper Andres Palop, gelandang David Albelda, dan Diego Capel. Namun, yang diboyong Comolli berbeda. Mungkin supaya "adil", Spurs memecat Ramos sekaligus Comolli.
Cerita selanjutnya adalah ke mana Ramos setelah ini? Ia dan istrinya sudah pulang ke Spanyol tadi malam. Dan isunya, Spanyol pula yang akan mempekerjakan lagi pria berusia 54 tahun itu. Atletico Madrid, yang masih mengevaluasi perkembangan Javier Aguirre, kabarnya langsung menimang-nimbang Ramos apabila pelatih mereka saat ini tak berhasil memperbaiki keadaan.
(a2s/arp)











































