Riera Belajar dari Kegagalan

Riera Belajar dari Kegagalan

- Sepakbola
Senin, 27 Okt 2008 16:57 WIB
Riera Belajar dari Kegagalan
Liverpool - Inggris bukan tanah yang asing buat Albert Riera. Bedanya, ia belajar dari kegagalan saat memperkuat Manchester City, dan ia sedang merintis karir yang lebih baik bersama Liverpool.

Winger kiri berusia 26 tahun ini pernah setengah musim membela The Citizens, dimulai sejak Januari 2006. Dipinjam dari Espanyol, Riera gagal menembus tempat inti di skuad yang kala itu ditangani Stuart Pearce. Dari 19 pertandingan, ia hanya mencetak satu gol

Di akhir musim itu City menolak opsi kontrak permanen yang disodorkan Espanyol seharga empat juta poundsterling. Kabarnya Pearce menilai Riera kurang keras dalam bekerja. Ia bagus dalam menyerang, tapi tak mau turun ke belakang untuk membantu pertahanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Riera pun kembali ke Espanyol, dan kelak permainannya yang lebih "keluar" di klub tersebut membuatnya kembali ke Inggris. Di penghujung bursa transfer musim panas lalu, Liverpool meminangnya seharga 8 juta pounds.

"Tak ada yang mustahil di sepakbola. Tadinya aku merasa aku akan cocok main di mana saja," ujar Riera seperti dikutip Daily Mail. "Aku memang kesulitan beradaptasi di City. Latihan di sana adalah yang terberat dalam hidupku -- sampai aku datang ke Liverpool!"

"Tak ada pemain yang berlatih sekeras di Inggris. Anda harus mengeluarkan semuanya. Tapi mungkin itu sebabnya level kesuksesan mereka sangat meningkat."

Ditambahkan Riera, dirinya merasa sudah lebih siap untuk bersaing di Liga Inggris, bersama Liverpool, dibandingkan dulu sewaktu di City. Itu sebabnya manajer Rafael Benitez cukup sering menjadikannya sebagai starter.

Riera dinilai sebagai salah satu pemain serang terbaik Liverpool saat mengalahkan City 3-2 di awal bulan ini. Ia juga telah memungut gol pertamanya untuk The Reds minggu lalu, saat anak-anak Anfield menundukkan Wigan 3-2.

"Apa yang kupelajari dalam beberapa tahun terakhir adalah, pemain manapun bisa sukses di Premier League asalkan mereka punya talenta dan menopangnya dengan kerja keras, usaha, dan disiplin. Itulah rahasia sukses pemain-pemain asing di sini, dan kali ini aku tidak memandangnya sebagai ilusi belaka."

"Waktu lebih muda, aku hanya berpikir untuk turun ke lapangan dan bermain. Kita tak bisa seperti itu. Lihatlah betapa kerasnya Fernando Torres bekerja di Liverpool. Dia tak perlu melakukan itu di Spanyol. Ini sungguh luar biasa," tutur pria dengan tinggi badan 188 cm itu.

Usaha Riera untuk mencapai keberhasilan di kesempatan keduanya ini juga bisa dilihat dari keseriusan dia beradaptasi dengan lebih cepat, misalnya mengambil kursus intensif bahasa Inggris. Ia beruntung pula karena punya banyak rekan Spanyol seperti Torres, Xabi Alonso dan Pepe Reinya, plus Benitez.

"Aku di Liverpool karena permintaan khusus dari Rafa Benitez," tandas Riera. "Dia kunci buatku. Tapi buat Rafa tak ada perbedaan antara pemain Spanyol, Inggris, atau pemain-pemain lain."

"Sebagian menganggap, ada untungnya menjadi orang Spanyol jika bermain untuk Liverpool. Ini tidak betul. Yang diminta Rafa adalah kami semua bekerja keras dan berperilaku yang pantas."

"Lihat Torres. Dia salah satu penyerang terbaik di dunia. Di Liga Spanyol aku sering menderita oleh gol-gol dia, dan aku senang kali ini dia ada di tim saya! Tapi dia pun bekerja keras sama seperti yang lain." (a2s/arp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads