Hanya beberapa jam setelah dikonfirmasi sebagai manajer baru Spurs, Minggu (26/10/2008), Redknapp langsung turun ke bench. Roman Pavlyuchenko dkk pun berhasil menundukkan Bolton di White Hart Lane dengan skor 2-0.
Laga kedua buat Redknapp bermakna khusus karena Arsenal adalah musuh terbesar Spurs, yang pertemuan mereka merupakan derby geografis yang selalu berlangsung sengit.
Hal lain yang cukup menarik adalah Redknapp "dicurigai" sebagai fans berat Arsenal. Ia beberapa kali pernah menceritakan kisah masa kecilnya sewaktu diajak bapaknya menonton pertandingan The Gunners setiap akhir pekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai seorang profesional, Redknapp tentu akan bekerja yang semestinya. Kalaupun benar Arsenal adalah tim favoritnya, hal itu takkan jadi urusan jika ia memang harus mengalahkan Arsenal hari Rabu malam besok.
Justru Redknapp bisa mencuri hati suporter Spurs lebih cepat jika ia bisa membawa timnya menang di Emirates Stadium. Hukumnya selalu jelas: takkan ada yang lebih baik kecuali sebuah tim mampu menaklukkan musuh besarnya di kandang lawan.
Selain Redknapp, gelandang serangan David Bentley punya motif serupa. Ia adalah alumnus akademi Arsenal sejak usia 13 tahun. Namun, setelah menanjak dewasa ia malah gagal mendapat tempat di skuad "Gudang Peluru". Ia hanya main satu kali dengan Arsenal di Premier League, dan selebihnya dipinjamkan ke Norwich City dan Blackburn.
Sementara itu kehadiran Redknapp di Spurs tidak terlalu istimewa di mata penyerang Arsenal, Robin van Persie. Baginya, siapapun pelatih tim rivalnya itu bukanlah sebuah perbedaan besar.
Saat ditanya apakah Redknapp akan memberi magisnya buat Spurs, Van Persie menjawab: "Saya tidak tahu, dan sejujurnya tidak peduli. Partai melawan Spurs adalah sesuatu dan duel besar, tak peduli di posisi mana mereka di klasemen saat ini. Mereka memenangi laga pertamanya di hari Minggu. Itu bagus buat mereka. Tapi kita lihat saja apa yang akan terjadi di hari Rabu."
Adapun Arsene Wenger secara diplomatis merespons kepindahan Redknapp. "Saya kaget juga bahwa dia pindah dari Portsmouth ke Tottenham di bulan Oktober. Tapi sepakbola memang penuh kejutan. Seminggu yang lalu orang masih menjadikan Chelsea favorit super, sekarang Liverpool. Banyak hal berubah dengan sangat cepat. Inilah yang membuatnya sangat menarik."
(a2s/arp)











































