Dari semua kompetisi yang telah dijalani Arsenal di musim ini, tiga kali skuad Arsene Wenger itu terjungkal. Yang menarik, ketiga kekalahan itu diderita dari tim-tim yang secara reputasi jauh di bawah mereka (baca: gurem).
Kekalahan pertama terjadi 23 Agustus atau di pekan kedua Premiership. Mereka menyerah 0-1 dari tuan rumah Fulham. Lalu, di akhir September, meski bermain di Emirates Stadium, Arsenal ditaklukkan tim promosi Hull City 2-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekalahan tersebut memang tidak melorotkan posisi Arsenal di papan atas klasemen Liga Inggris. Namun, tetap saja ini fenomena menarik, bahwa juara 13 kali itu malah menjadi inferior di depan tim-tim kecil.
Wenger tidak membuat banyak apologi tentang kekalahan dari Stoke. Intinya ia mengatakan, Stoke bermain lebih baik dari mereka dan memang pantas menang.
Hal menarik dilontarkan Gallas, mengacu pada hasil seri 4-4 melawan Tottenham Hotspur tiga hari sebelumnya di White Hart Lane. Unggul 4-2, Arsenal kebobolan dua gol di menit-menit akhir.
Menurut kapten asal Prancis itu, timnya terlalu fokus pada keinginan bermain cantik. Padahal, bermain tak cantik tapi menang, pada akhirnya boleh jadi lebih penting daripada menampilkan sepakbola indah namun tak mampu menang.
Lalu, bilamana kekuatan Arsenal yang sesungguhnya bisa muncul (terus)? Wenger sudah mencanangkan sebuah "deadline". Hari Rabu depan Arsenal bertanding melawan Fenerbahce di Liga Champions, lalu di hari Sabtu menjajal Manchester United di Premier League.
"Ini adalah kesempatan buat kami untuk menunjukkan seberapa tangguhnya tim ini," tukas βSang Profesor".
(a2s/a2s)











































