Memang, City baru belanja satu pemain berlabel bintang berbandrol mahal, yakni Robinho. Tapi faktor adanya eks bintang Real Madrid itu membuat ekspektasi bagi tim sekota Manchester United itu tetap tinggi.
Tapi kenyataan memang berbeda dari harapan. Bukannya ikut bersaing dengan Chelsea atau Liverpool di papan atas, The Citizens masih terbenam di peringkat ke-13 Premiership dengan 13 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hughes adalah orang pertama yang harus dimintai tanggungjawab atas performa City saat ini. Di suatu kali, City bisa bermain aduhai dan menang besar, tapi di saat lain justru takluk serta tampil buruk.
"Hughes tidak akan bertahan lama. Bahkan jika dia mengalahkan Spurs, kedudukannya tetap terancam. Sekarang, kekalahan membuat dia terpojok," ujar seorang sumber di dalam City kepada The Sun.
Tekanan membesar saat gaya manajemen Hughes mendapat kritik dari para pemain Brasilnya. Tengah pekan ini eks manajer Blackburn itu juga harus terbang ke Abu Dhabi untuk bertemu dengan pemilik klub, Sheik Mansour bin Zayed Al Nahyan.
Dengan semua tekanan itu, bisa bertahan hingga Januari pun sudah bagus bagi Hughes. Saat itu, petinggi-petinggi The Citizens pasti tengah menyiapkan seorang pelatih yang kapasitasnya sekelas dengan ambisi klub.
(arp/krs)










































