Saat ini Hicks dan Gillet disinyalir memiliki utang senilai total 350 juta poundsterling (sekitar Rp 5,8 triliun) kepada dua buah bank, yakni Wachovia dan Bank of Scotland. Keduanya dikabarkan harus membayar utang tersebut pada bulan Januari nanti.
Hicks dan Gillet memang masih bisa memohon untuk memperpanjang tenggat pembayaran utang tersebut hingga enam bulan. Namun, karena adanya krisis keuangan global yang juga menimpa kedua bank tersebut, permohonan penundaan pelunasan utang tersebut tampaknya tak bisa dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kondisi keuangan yang kian memburuk, ditambah keharusan memikirkan dana untuk membangun stadion baru, Hicks dan Gillet kini kian terpepet. Peluang Sheikh Mohammed untuk menjadi pemilik baru "Si Merah" pun semakin besar.
Liverpool bukanlah klub pertama di Premier League yang pemiliknya tengah mengalami krisis keuangan. Sebelumnya Chelsea telah memecat 15 orang pemandu bakat karena sang pemilik, Roman Abramovich, sedang berusaha mengencangkan ikat pinggang di tengah kondisi krisis ekonomi global.
Abramovich, yang kekayaan pribadinya diprediksi bernilai 11 miliar pounds (Rp 184 triliun) dilaporkan mengalami kerugian sebesar 12 juta poundsterling (Rp 201 miliar) bulan lalu sebagai buntut dari krisis global yang mempengaruhi salah satu perusahaannya, Evraz Group.
(roz/key)











































