Dinihari tadi di putaran keempat Piala Carling, Chelsea secara mengejutkan tumbang atas tim divisi Champions, Burnley. Turun dengan banyak bintangnya, The Blues yang lebih dulu unggul lewat Didier Drogba akhirnya dipaksa tumbang dengan 4-5 melalui adu penalti.
Sebuah kenyataan pahit tentunya mengingat Frank Lampard cs bermain di depan pendukungnya sendiri dan menghadapi tim yang seharusnya bisa mereka tundukkan dengan mudah. Tapi jika menengok ke belakang, peruntungan Chelsea di adu tos-tosan memang tak sebagus kondisi keuangan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setan Merah" lagi-lagi menjadi mimpi buruk "Si Biru" dalam hal perebutan gelar yang harus ditentukan lewat adu penalti. Setahun sebelum final Liga Champions, tepatnya di Charity Shield, pasukan Jose Mourinho dipaksa menyerah dengan 1-4 oleh anak didik Sir Alex Ferguson.
Kekalahan atas MU di Charity Shield itu terjadi hanya beberapa bulan sebelum Chelsea disingkirkan Liverpool di semifinal Liga Champions. Ya, lagi-lagi adu penalti jadi momok buat pasukan London ini setelah mereka ditumbangkan Liverpool dengan 1-4 setelah sebelumnya berbagi agregrat 1-1.
Nah, kegagalan adu penalti di Piala Carling juga bukan kali ini saja terjadi. Dua tahun lalu Stamford Bridge juga jadi kuburan buat pemiliknya sendiri saat Charlton Athletic bisa memetik kemenangan 5-4 lewat adu tos-tosan.
Itulah, dalam lima adu penalti terakhir Chelsea tak pernah menyelesaikannya sebagai pemenang. Mungkin ini bisa jadi strategi buat tim lain yang berhadapan dengan Frank Lampard dkk di kejuaraan yang berformat turnamen tentunya. (din/krs)










































